Catatan 21 2


Masih tentang gaung bela Al Qur’an.

Untuk kesekian kalinya, gerakan massa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah terhadap penanganan hukum penista Al qur’an., dilakukan oleh sebagian muslim Indonesia bersama para ulama.

Berikut adalah catatan seorang peserta dari Lampung, Akhi Jhun, yang jadi saksi langsung kejadian  pagi sampai siang tadi.

**

Tadi kita selesai jam 13.00an..
Berbagai isu tak mengurangi semangat pejuang 212,;ada isu aksi dibatalkan, sampai dengan isu Habib Rizieq diberitakan tak hadir. Ternyata beliau hadir sekitar pukul 12an setelah adzan berkumandang, dan beliau memanggil delegasi yang sedang menyampaikan aspirasinya di dalam gedung DPR RI dikomando oleh Ustad M. Al Khathath, mereka berhasil membawa para anggota DPR RI komisi 3 ke atas mobil komando.

Ketua Komisi 3 menyampaikan tanggapannya tentang aspirasi yang disampaikan, dan mereka berjanji akan menyampaikannya ke Presiden dan mendagri untuk mengusulkan pemberhentian Ahok, juga mengajukan pemberhentian kriminalisasi ulama ke KAPOLRI.

etelah penyampaian tsb,. aksi Pejuang 212 dibubarkan langsung oleh Habib Rizieq Shihab dan bubar dengan tertib sambil mengucap shalawat sepanjang jalan.

Tadi saat kami pulang putar arah ternyata mahasiswa masih melanjutkan aksi. Ada KAMMI dan mahasiswa lainnya. Mudah2an tidak chaos.

***

Ini hasilnya

Catatan AKSI 212  dari FUI di DPR MPR RI

Pada pkl. 10.30 – 12.22  WIB, sebanyak 20 perwakilan massa aksi 212 yang dipimpin oleh M. Al-Khathath diterima oleh Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI di ruang Komisi III DPR RI. 20 perwakilan yang diterima Komisi III DPR RI sbb :

1. Ust. Muhammad Al Khatthat (Sekjen FUI)

2. Usama Hysab (Ketum Parmusi)

3. Sholeh Khalid (Kahmi)

4. M. Umar Syaid (Ketua FUI Sumsel).

5. H. Sholihin Hasibuan (Palembang)

6. Ibu Syamsidar (Aisyah)

7. Beny Pramula (Muhammadiyah)

8. Zainuddin (BEM SI)

9. M. Rusli Kamal Siregar (Jambi)

10. KH. Jaffar Siddik (Pembina Aliansi Ulama Madura)

11. Fikri Bareno (Pimpinan Ormas Iftihadiyah)

12. Abbas Thaha (GMJ)

13. Abdul Azam (Bogor)

14. H. M. Yazid Salman

15. Khusnul  (UIN)

16. Abdullah al Hadad (Jatim)

17. Khotibul Umam (Surakarta)

18. Surya Abdul Lubis (Medan)

19. Amrizal Munir (DPP IPI Jambi)

20. Nurdiyati Atma (Ketua Pimpinan Pusat Forum Silaturahim antar Pengajian/PP FORSAP)

 

Rombongan diterima oleh Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI yaitu antara lain:

1. Bambang Soesatyo (Ketua Komisi III DPR RI)

2. Trimedya Panjaitan (Wakil Ketua Komisi III DPR RI/PDIP)

3. Mulfachri Harahap (Wakil Ketua Komisi III DPR RI/PAN)

4. Aboe Bakar Al-Habsyi (Anggota Komisi III DPR RI/PKS)

5. Risa Masriska (Anggota Komisi III/PDIP)

6. Masinton Pasaribu (Anggota Komisi III/PDIP)

7. Dwi Ria Latifah (Anggota Komisi III/PDIP)

8. M. Syafii (Anggota Komisi III/Gerindra)

9. Arsul Sani (Anggota Komisi III/PPP)

10. Akbar Faishal (Anggota Komisi III/ Nasdem)

11. Didi Mukrianto (Anggota Komisi III DPR RI/Demokrat)

12. Jazilul Fawaid (Anggota Komisi III DPR RI/PKB)

 

M. Al- Khathath mengatakan antara lain :

Kami dari kesatuan aksi dari berbagai ormas Islam, komunitas Islam yang ada di negeri ini. Kami membawa massa yang cukup besar di depan DPR, meskipun cuaca hujan tetapi tidak menyurutkan semangat kami.

Keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. Mudah-mudahan Komisi III masih berfungsi dalam rangka menegakkan keadilan di Indonesia. Kedatangan kami degan membawa massa adalah bentuk kepedulian kami yang tidak henti-hentinya sampai hukum ditegakkan.

Kami minta Komisi III berperan aktif untuk melaksanakan UU yang dibuat oleh DPR. Penegakan hukum harus dikawal oleh komisi 3, dan terdakwa Ahok.harus segera dinonaktifkan.

Kami juga meminta Komisi III dan DPR secara umum, agar terdakwa kasus penistaan agama yang di pengadikan dalam proses hukum tidak ditahan, ini membuka peluang bagi terdakwa untuk mengulangi perbuatannya, dan ini terbukti, dalam youtube dia mengatakan akan memasang wifi yang alamatnya adalah Al Maidah 51 dan password kafir, sambil tertawa cekikikan. Ini penghinaan bagi umat Islam.

Kami minta Komisi III  untuk mendesak Mahkamah Agung agar terdakwa segera ditahan. Kami berharap nantinya terdakwa dihukum maksimal, tetapi ini memang domain pengadilan.

Kami melihat adanya upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam ba’da aksi di Istiqlal, padahal acara itu berlangsung damai dan kondusif. Bahkan Presiden hadir dalam acara tersebut. Tetapi terdapat kriminalisasi ter-hadap Habib Rizieq Syihab yang langsung ditimpa 12 perkara.

Juga terhadap Ustad Bachtiar Nasir soal rekening infaq, kok bisa dikenakan tindakan pidana pencucian uang. Kami malah diperiksa oleh PPATK karena ada tuduhan aliran uang besar dari Cikeas sejumlah 10 milyar rupiah. Kemudian juga mengenai tindakan represif terhadap penangkapan mahasiswa.

 

Usamah Hisyam mengatakan antara lain :

 

Kami yang datang dari daerah menggunakan logistik sendiri dengan semangat jihad fisabilillah. Kami datang tidak ada yang menginsrruksikan. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa ini adalah aksi politik, itu tidak benar. Ini adalah aksi bela Al-Quran. Kami menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama dihukum.

Kami harapkan komisi.II dapat menggunakan hak menyatakan pendapat terhadap Presiden. Setelah Kami melakukan aksi berkali-kali tidak.ada tindak lanjut dari eksekutif. Selama Ahok tidak dipenjara, maka umat Islam tidak akan berhenti melakukan aksi. Ini harus menjadi catatan penting.

Umat Islam bisa tenang, dan Kami minta jangan ada tuduhan bahwa Umat Islam tidal toleran. Mengapa satu orang penista agama ini tidak ditindak secara tegas, ada apa? Ini perlu diinvestigasi oleh Komisi III. Kasus ini sudah ada yurisprudensinya, seperti kasus Abdullah Puteh dan Ratu Atut. Oleh karena itu Komisi III harus bersikap.

Kami minta Komisi III untuk menyampaikan kepada pihak Kepolisian, janganlah kepilisian jadi alat kekuasaan tetapi betul-betul menjadi alat penegakan hukum. Kemudian soal penangkapan mahasiswa, ini juga menjadi perhatian kami.

 

Zainudin mengatakan antara lain :

 

Tidak ada kata libur ketika kami menyampaikan pendapat. Ketika kami ditangkap, maka itu polisi yang melakukan pelanggaran. Kami tidak hanya ditangkap tetapi dipukuli. Kami akan aksi tanpa henti, sampai kriminalisasi. Kami siap menumbangkan rezim Penerintahan jika aspirasi Kami tidak ditindaklanjuti. Kami di depan siap rusuh. Mahasiswa rusuh, dunia internasional pasti mendukung.

 

Ibu Syamsidar mengatakan antara lain :

 

Hari ini kami ingin mendapatkan kepastian bahwa Komisi III berpihak kepada rakyat. Kami juga ingin agar Komisi III mau menemui massa di depan untuk memberikan kepastian itu. Umat Islam telah memberikan peran yang banyak terhadap kemerdekaan. Aspirasi masyarakat harus didengar. Kami tidak ingin lagi ada kriminalisasi terhadap siapapun.

 

Abbas Thaha mengatakan antara lain :

 

Adalah apa uang Anggota DPR makan hari-hari adalah dari pajak rakyat. Semua agama mengajarkan kebaikan. Bukalah pintu hati anda. Penuhilah aspirasi kami. Tegakkan keadilan. Lihatlah sekarang, siapa yang menguasai ekonomi.

 

Tanggapan Komisi III DPR RI:

 

Bambang Soesatyo mengatakan antara lain :

 

Segala tuntutan masyarakat akan diakomodir oleh fraksi-fraksi. Sudah ada anggota sekitar 90 DPR yang menandatangani hak angket dan keputusannya nanti ada si Paripurna. Mekanisme HMP bisa dilakukan jika hak angket sudah dilalui. HMP akan sangat bergantung pada cuaca politik.

 

Dwi Ria Latifah mengatakan antara lain :

 

Ketika ada persoalan, tentu harus dicarikan solusi terbaik. Apa solusi yang terbaik untuk kepentingan rakyat. Hak angket akan dibawa ke paripurna. Harus diikuti proses demokrasinya. Banyak sekali permohonan dan tekanan terkait penegakan hukum.

Ketika suatu proses hukum sedang berjalan, tentu tidak ada yang boleh mengintervensi proses hukum. Harus ada pengawasan bersama. Ketika ada yang meminta Komisi III untuk menahan seseorang, itu adalah bagian yang tidak bisa dilakukan, karena itu adalah intervensi. Kalau memang dia harus dihukum, maka harus dihukum.

Memang partai kami mendukung Ahok. Kalau bicara hukum, tunggu proses hukum sampai inkraah. Kalau ada ucapan, “kalau tidak.dihukum maka Kami akan..”, itu tidak dibenarkan, dan itu merupakan tekanan. Apabila nanti terjadi hukum rimba, akan dibawa kemana bangsa ini? Kita harus hargai proses hukum. Kami akan rapat kerja dengan Kapolri, tentu persoalan ini akan kami tanyakan kepada Kapolri, terkait proses hukumnya.

 

Didi Mukrianto (Demokrat) mengatakan antara lain :

 

Kami terus melawan tuduhan-tuduhan keji yang dialamatkan kepada Ketua Umum kami Pak SBY. Kami tidak terima dan kami akan terus melawan untuk memperjuangkan keadilan, meskipun tidak mudah.

Kami tentu ingin menegakkan hukum tetapi sesuai koridor dan aturan main yang ada. Beberapa aspirasi yang disampaikan, kamipun ingin menyuarakan itu, dan aspirasi itu harus diuji secara utuh dan transparan oleh penegak hukum kita.

Polri harus berdiri pada garis kebenaran. Polri harus menjadi garda terdepan untuk membuktikan segala persoalan yang ada. Penegakan hukum harus dikawal bersama, agar penegakan hukum dijalankan tanpa pandang bulu.

 

Aboe Bakar Al-Habsyi (PKS) mengatakan antara lain

 

DPR adalah rumah kita semua. Kami juga berjuang. Perjuangan mereka sudah cukup lama, dan pengorbanan para ulama sudah sangat besar. Sebenarnya temanya sederhana, hanya persoalan penistaan agama oleh Ahok.

Ahok baru dijadikan tersangka setelah di demo pada 411. Setiap kasus penistaan selalu ditangkap dan ditahan, kecuali yang satu ini (Ahok). Ketika Ahok menjadi terdakwa, Ahok tidak juga diberhentikan. Makanya empat fraksi menyatakan hak angket.

Kita sangat mengerti kalau publik memandang bahwa ada kriminalisasi pada para ulama. Kriminalisasi ini terlalu nampak. Soal tuduhan pecucian uang, itu juga berlebihan, sehingga publik kemudian membandingkan dengan dana di Teman Ahok. Jangan sampai hukum tumpul ke Ahok, tajam ke ulama.

Hak angket sudah kami ajukan dan itu sudah paling maksimal. Yang penting Kami sudah berbuat, Allah yang nanti akan menentukan. Kita punya aturan main di DPR.

 

M. Syafii (Gerindra) mengatakan antara lain :

 

Melalui pengamatan saya, gerakan-gerakan dari para ulama ini, lebih bersifat sesuatu yang sangat bersahabat. Kami mengapresiasi para ulama yang masih setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Bohong kalau ada yabg mengatakan bahwa tidak ada kriminalisasi. Bahkan ada anggapan bahwa siapapun yang memusuhi Ahok, adalah musuh negara.

Kita harus terus mengawal bahwa negara ini.adalah negara hukum. Mata Kami tidak tertutup untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

 

Jazilul Fawaid (PKB) mengatakan :

 

Kami ingin agar Pimpinan Komisi III bisa menyampaikan aspirasi para ulama ini kepada Pimpinan DPR RI. Perlu kita kawal agar penegak hukum bisa secara objektif dalam menjalankan tugasnya.

 

Arsul Sani (PPP) mengatakan :

 

Aspirasi ini merupakan satu amanah. Mari Komisi III, jangan jadi politisi murni. Kita perlu satu kata, satu perbuatan dan satu sikap. Sikap kami di PPP sudah jelas bahwa Ahok harus diberhentikan terlebih dahulu. Soal angket, kami akan dengarkan dulu penjelasan dari pengusul angket. Hak angket bukan sesuatu yang haram untuk dipergunakan, karena dijamin oleh UU MD3.

 

Akbar Faisal (Nasdem) mengatakan antara lain :

 

Apa yang dirasakan oleh para ulama juga kami rasakan. Nasdem secara politik adalah pendukung Ahok. Kami tidak terbiasa bermain abu-abu. Tetapi hal-hal yang berkaitan dengan hukum, saya akan berjuang bahwa hukum harus ditegakkan. Kami sebagai Anggota DPR telah disumpah untuk itu. Aspirasi ini harus didengarkan. Menyangkut angket, kami menolak angket karena tidak cukup alasan untuk itu. Angket Ahok bukan di DPR tempatnya, tetapi di DPRD.

 

Bambang Soesatyo mengatakan :

 

Aspirasi ini akan segera kami sampaikan kepada Pemerintah melalui Pimpinan DPR.

Besok kami rapat dengan Kapolri dan aspirasi juga akan kami sampaikan. Intinya Kami sudah mendengar aspirasi ini.

 

Al-Khathath mengatakan :

 

Kami ingin Pimpinan Komisi III bisa menemui massa di depan.

 

Pkl. 12.22 audiensi selesai. Perwakilan kembali ke massa aksi di depan DPR. Situasi kondusif.

(Jhun)

***

Berikut salah satu tulisan peserta yang layak kita baca dan renungkan.

Assalamu’alaikum wahai saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air..

Hari ini, Selasa 21 Februari 2017, adalah hari yang penuh dengan pembelajaran…
I’tibar bagi yg masih beriman, dan semoga menjadi hidayah bagi yang kemarin sempat tersesat.

Dimulai dari kejadian dini hari, dimana ratusan tamu Allah yang hendak berkunjung dalam keadaan safar menuju masjid agung Istiqlal Jakarta Pusat, telah mengalami perlakuan dzolim dr beberapa pihak yang menggunakan kekuasaannya atas nama makhluk..

Dan kesabaran para tamu Allah diuji, beliau-beliau pantang surut walaupun pintu masjid tidak dibuka bahkan pd saat adzan Subuh sudah tiba waktunya..
Para mujahid tetap bersabar, dan memilih untuk beristirahat di pinggir jalan..

Pada pagi harinya, beliau-beliau ini hendak mengunjungi “rumah mereka” yaitu rumah rakyat Gedung MPR/DPR, sebuah rumah yang dibangun atas keringat rakyat, yang berisi para anggota legislatif yang dipilih atas suara rakyat, dan yang digaji dengan pajak dari rakyat, tetapi sekali lagi, pintu besi besar itu tidak dibuka,…

Beliau-beliau para mujahid tidak diperkenankan masuk ke rumah mereka sendiri, karena apa???
Jikalau takut akan terjadi kerusuhan, bukankah aparat sudah mempersiapkan sejumlah besar personil bahkan mobil siap perang seperti tank dan baracuda pun sdh disediakan?

Padahal beliau para mujahid datang hanya membawa jasad dan jiwa yang msh tertanam iman di dalamnya..
Mereka tdk bersenjata, tetapi mengapa persiapan pasukan seperti menghadapi sebuah peperangan besar?

Dari mana Anda wahai para aparat keamanan bisa membeli peralatan perang?
Apakah dari kantong penguasa?? Ataukah dari kantong Anda pribadi wahai aparat yang “katanya” penegak hukum?

Seberapa kuatkah Anda mendzolimi rakyat yang sudah berpeluh dan bersusah payah untuk bisa sekedar membayar gaji yang akan Anda berikan kepada anak istri Anda?

Dan hari ini pula, Allah kembali menunjukkan kuasa-Nya..
Hanya dengan tetesan air, bukan api, sekali lagi bukan api…tetapi telah membuat ibukota hampir tenggelam..

Seluruh kegiatan di ibukota menjadi terhambat..
Semua tidak bisa bergerak, semua diminta Allah untuk melakukan sesuatu..

Tidakkah Anda semua sadar?
Hari ini Allah meminta kita semua untuk mengambil pelajaran atas sebuah kesombongan,kedzoliman, kemungkaran…

Belajarlah wahai saudaraku…
Hari ini kita diminta unttuk belajar…
Belajar untuk kembali mengingat kebesaran Allah..

Tidak ada satu makhlukpun yang akan mampu menandingi kekuasanNya..
Tidak ada satu”Naga” pun yg bisa mencegah “Makar” dari Allah..

Hari ini, baru AIR, maka belajarlah…
Jangan sampai Allah kirimkan kerikil dan api sebagaiman dibawa oleh sekumpulan burung Ababil pada masa ka’bah diserang..

Hari ini adalah Al Maidah :56,
ALLAH akan tunjukkan kemenangan bagi orang-orang muslim..

Bagaimana jika besok atau lusa adlalah Al Maidah:57?

Kembalilah ke jalan Allah..
Masih ada waktu untuk bertobat wahai saudaraku..

Hentikan semua kedzoliman ini…
Berpihaklah kepada yang haq…
Berhentilah jadi pengkhianat Kalamullah…

Persilahkan para mujahid utk memasuki rumah mereka sendiri, beri jamuan terbaik, selayaknya Islam mengajarkan yang demikian..

Semoga semua saudaraku yang berseragam dan sedang bertugas, lebih takut kepada Allah, daripada takut kepada uang dan makhluk…

Bertobatlah wahai aparat keamanan..
Dan bersabarlah wahai mujahid mujahidah Allah.. Yakinlah, pertolongan Allah sangatlah dekat..

Wallahu’alam bissawab

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu

CZ
Alumnus Fisipol UMY.

 

***

Penjelasan dari pihak masjid Istiqlal:

Semalam saya sempat tanya korlap yg dari madura, rencana mereka ingin bermalam di masjid Tanahabang. Mohon maaf syekh, semalam di Istiqlal sedang ada pekerjaan proyek/renovasi, jadi belum bisa dibuka 24 jam.

1. proyek pekerjaan lift di Al Malik.

2. pembersihan menara, koridor/trawangan oleh mapala

3. pembuatan panggung di teras raksasa tuk acara perayaan milad Istiqlal 22 feb.

pekerja kejar target hari ini harus kelar.

 

Semalam korlap/ jamaah kita arahkan bermalam di masjid sekitar Istiqlal saja, mereka memahami alasan tersebut & tidak ada masalah.

Adapun berita-berita yang lain itu  hoax, terlalu dibesar2kan saja  & adu domba.

***

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang (Al Maidqh : 56

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (Al Maidah : 57)

Add Comment