5 Tipe Manusia dalam Menghadapi Masalah

Tulsan ini hanya opini saya berdasarkan pengamatan dan analisa subyektif.

Boleh, kan di bagikan? Mungkin ada manfaatnya bagi pembaca.

***

Masalah itu niscaya, bahkan dikatakan bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian dari masalah yang hanya akan berhenti saat kita meninggalkan dunia ini.

Ada baiknya kita sepakati dulu, apa yang dimaksud dengan masalah?

Masalah adalah kondisi dimana kenyataan atau yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan!

Nah, tentu ini tergantung sisi pandang manusia yang bersangkutan terhadap kenyataan yang ada, serta anggapan atau cara menyikapinya.

 

Menurut pengamatan saya, ada beberapa tipe manusia saat menghadapi masalah:

  1. Orang yang mudah panik.

Ada orang-orang yang spontan panik saat sadar bahwa dirinya sedang menghadapi masalah.

Kita bisa ambil contoh, saat tergabung dalam kepanitiaan sebuah acara.

Bisa dimaklumi, dalam sebuah acara besar, yang melibatkan banyak peserta, serapi apapun dipersiapkan, ada saja satu dua hal yang menjadi kendala.

Lebih parah lagi kalau yang bersangkutan termasuk orang yang ekspresif, dimana kepanikan itu nampak dari raut wajah, gaya bicara bahkan gesture tubuhnya. Hal ini biasanya menular kepada panitia lain yang setipe, lebih repot lagi kalau bertemu dengan orang yang tidak pandai memilah-milah masalah. Sebenarnya dalam kepanitiaan, sudah dibagi-bagi tugas, tapi tipe mudah panik ini sering mengambil masalah yang bukan tanggung jawabnya untuk difikirkan.

  1. Orang yang terlalu melibatkan emosi (baper).

Semua masalah dikaitkan dengan dirinya. Entah itu merasa bersalah atau merasa disalahkan, sehingga reaksinya adalah sibuk membela atau mencari pembenaran, atau merasa menjadi manusia yang sangat menderita, didzolimi, gelisah, bahkan sulit tidur karena terlalu memikirkan masalah itu.

  1. Orang yang mengabaikan masalah.

Tak ada masalah yang membuatnya mengerutkan dahi karena berfikir keras mencari solusinya, yang ada malah tidak menganggap itu sebagai masalah. Diabaikan, dibiarkan, tidak difikirkan.

Orang seperti ini terlihat enjoy dan asyik-asyik saja menjalani hidup. Terkesan cuek dan sering menjengkelkan orang lain, terutama pasangannya.

  1. Orang yang menikmati masalah.

Cirinya, senang curhat dengan siapa saja dengan topik yang itu-itu juga. Bisa dinilai ini tipe gagal move on. Banyak sekali alasannya untuk tidak segera meninggalkan masalah itu, walaupun menurut orang lain solusinya sudah jelas. Seolah dia menikmati menjadi orang yang dikasihani dan membutuhkan banyak empati.

  1. Orang yang sigap menyelesaikan masalah.

Nah, ini tipe yang banyak disukai banyak orang, he he, termasuk saya.

Kalau ada masalah, sedih, ya sedih. Pengen nangis, ya nangis. Mau marah, ya marah, asal pelampiasannya minim korban. Setelah itu, berusaha ikhlas, ridho, bahwa semua yang terjadi adalah kehendak-Nya. Tidak segan minta maaf pada orang yang terkena dampak emosinya, kemudian berfikir proporsional untuk mencari solusi terbaik.

Tentu kita bisa mengenali diri, termasuk dominan tipe yang mana, kemudian memikirkan baik buruknya. Tipe ini bukan bawaan lahir atau sifat keturunan sepenuhnya, jadi peluang untuk mengubah atau memperbaikinya masih sangat besar.

Butuh waktu dalam proses mengubah kebiasaan dalam bersikap menghadapi masalah, tapi percayalah, hal itu akan mendewasakan kita.

Masalah hadir untuk diselesaikan satu persatu dalam sebuah rangkaian indah kehidupan

Ada beberapa quote yang saya lupa siapa yang pertama kali memunculkannya, yang sering saya gunakan untuk upaya memperbaiki diri:

 

*Sikap tenang dalam menghadapi masalah adalah setengah dari solusi*

 

*Masalah yang datang adalah tarbiyah/pembelajaran dari Allah untuk meningkatkan kualitas diri kita*

 

*Keluar dari satu masalah adalah tanda untuk menghadapi masalah berikutnya*

 

Add Comment