6 Cara agar Suka Minum

Air, kebutuhan vital bagi kehidupan yang sering terabaikan

Bagaimana cara agar suka minum?

Mengapa kita perlu suka minum? Karena tanpa suka minum, sulit terpenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengingat sumber air terbesar bagi tubuh kita adalah dengan minum air putih/bening/tawar.

Seberapa banyak tubuh kita membutuhkan cairan?

Banyak pendapat tentang hal ini, tetapi yang paling banyak dianut adalah 2 – 3 liter perhari.

Untuk pendapat tersebut, saya masih belum sepakat sepenuhnya, mengingat ada fakta terdekat yang tidak sesuai dengan hal tersebut. Ibu saya, saat ini berusia hampir 90 tahun, sangat sehat dibandingkan orang-orang yang seumurannya, dan sepengetahuan saya, dimasa mudanya beliau tidak minum air putih atau hanya sedikit sekali. Beliau hanya minum kopi 2x sehari ditambah cairan dari buah atau sayur, itupun tidak berlebihan. Dan lagi, apakah ukuran tubuh dan aktivitas tidak mempengaruhi kebutuhan cairan?

Ada sumber lain yang memberikan cara perhitungan kebutuhan cairan tubuh yang lebih bisa saya terima.

Dikutip dari buku berjudul Pedoman Kebutuhan Cairan Bagi Pekerja Agar Tetap Sehat dan Produktif yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), ada dua cara menghitung kebutuhan cairan tubuh, yaitu dengan mengetahui kebutuhan energi maupun dengan menggunakan berat badan.

Cara menghitungnya, untuk energi sebesar 1 kilokalori (kkal), dibutuhkan 1 mililiter (mL) air. Hal ini berarti, jika seseorang memiliki kebutuhan energi 1.800 kkal, berarti kebutuhan akan cairan sebesar 1×1.800 = 1.800 mililiter atau setara dengan 1,8 liter air. Seberapa kalori tubuh membutuhkan energy, tentu tergantung jenis dan lamanya kativitas harian yang bersangkutan.

Jika ditinjau dari berat badan, bisa menggunakan rumus sebagai berikut. Untuk 10 kilogam pertama berat badan, butuh 1 liter air. Untuk 10 kilogram kedua, membutuhkan 500 ml air. Sisanya, untuk setiap kilogram berat badan membutuhkan 20 mililiter air.

Contoh:

Seseorang dengan berat badan 60 kg, dia akan membutuhkan cairan sebanyak  1000ml +500ml + (40x20ml=800ml) jadi, total kebutuhan cairan untuknya adalah  2300ml=2,3 liter/hari.

Sementara itu,  Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM Fiastuti Witjaksono  menjelaskan, cara menghitung kebutuhan air adalah 30 ml per kilogram berat badan. Jika berat badan 90 kg, maka kebutuhan cairan sekitar 2700 ml.( dalam jumpa pers Indonesian Hydration and Health Conference (IH2C) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (16/3/2016). )

Jika dihitung dengan cara sebelumnya, 1000 + 500 + (70×20) = 2900ml=2,9 liter/ hari.

He he he, ternyata selisih 200ml, sekitar 1 gelas, tapi setidaknya, kita bisa menghitung sendiri, seberapa kira-kira kebutuhan cairan tubuh kita masing-masing.

Hmm, artinya kebutuhan saya dengan berat badan 45 kg adalah 1000+500+(25×20)=2 liter/ hari. Yaaaah, ternyata benar juga, 2 liter/ hari, he he he, berarti sekitar 8 -10 gelas.

Masyaallah! Harus saya akui, ternyata masih kurang dari standar kebutuhan!

Sebenarnya, Allah telah melengkapi tubuh kita dengan alarm, yang memberi tanda kapan tubuh kita membutuhkan tambahan cairan, hanya saja, kita sering melalaikannya dengan berbagai alasan.

 Akibat dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)

Apa akibatnya jika kita kurang cairan tubuh?

Berikut beberapa pendapat para ahli kesehatan. Kita bisa cek, mungkin salah satunya ada pada diri kita.

Bau mulut

Banyak hal yang bisa menjadi sebab bau mulut, seperti kebersihan gigi dan mulut kurang terawatt atau ada gangguan di lambung.
Dokter gigi Marshall Young dari Newport Beach, California menjelaskan, ketika dehidrasi, produksi air liur akan menurun. Padahal, air liur memiliki sifat anti bakteri yang penting bagi kesehatan mulut.

“Kurangnya air liur di mulut memungkinkan bakteri untuk berkembang, sehingga bau mulut,” kata Marshall.

Kulit kering

Menurut dokter kulit dari California Anne Marie Tremain, minum cukup air sangat dibutuhkan untuk menjaga kulit sehat dan bercahaya. Kalau kekurangan air hanya sekali-sekali, tentu tidak terlalu Nampak pada kulit, artinya, pemilik kulit kering boleh curiga pada dirinya, bahwa selama ini termasuk yang kekurangan cairan berkepanjangan.

Kurang konsentrasi saat mengemudi

Selama ini saya sering dengar anggapan dari masyarakat, bahwa kurang minum pada pengemudi jarak jauh akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal. Ya, bisa dibenarkan, mengingat ginjal sangat membutuhkan air dalam melakukan fungsinya sebagai saringan terakhir dalam system tubuh kita. Ternyata, ada akibat jangka pendek yang langsung dirasakan pengemudi saat tubuhnya kekurangan cairan.  Menurut penelitian, dehidrasi saat berkendara bisa mengurangi konsentrasi (sayang tidak disebutkan siapa yang melakukan penelitian).

Kelelahan

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Luga Podesta mengungkapkan, dehidrasi bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, denyut jantung meningkat, dan memperlambat aliran darah ke otak. Kurang air juga membuat otot melemah sehingga saat melakukan aktivitas akan terasa melelahkan.

Menggigil
Saat kurang minum, tubuh justru akan merasa mengigil. Jika sudah dehidrasi parah, pengaturan suhu tubuh akan lebih sulit, kita akan merasa kedinginan lebih cepat, bahkan saat berada di lingkungan yang tidak dingin. Hal ini terjadi karena tubuh mulai membatasi aliran darah ke kulit ketika dehidrasi.

Mudah tersinggung
Kurang minum air putih ternyata juga membuat suasana hati tidak baik. Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, wanita muda yang dehidrasi akan lebih mudah tersinggung, sulit fokus, dan sakit kepala dibanding yang cukup minum air putih.

Kram otot
Kram otot bisa terjadi, karena kurang lancarnya sirkulasi darah akibat kekurangan minum air. Otot-otot akhirnya terasa kaku.

Sakit kepala
Dampak buruk dari dehidrasi bahkan bisa menyebabkan sakit kepala. Menurut dokter Casciari, kekurangan air bisa menurunkan tingkat serotonin tubuh sehingga menyebabkan sakit kepala.
Casciari menyarankan, ketika sakit kepala cobalah minum dua gelas air putih dan makan buah yang mengandung tinggi air.

Konstipasi.

Sembelit atau konstipasi biasanya disebabkan kurangnya makanan berserat, tetapi bisa juga karena kurangnya cairan tubuh.

Air dibutuhkan untuk melancarkan pergerakan di usus , jika kurang air, tubuh akan menarik cairan dari tinja sehingga menjadi sulit dikeluarkan.

Begitu pentingnya air untuk tubuh kita, bahkan sampai mempengaruhi fungsi kognitif!

Hah! Benarkah?

Anggota Divisi Research and Scientific Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Shanty Olivia F Jasirwan menjelaskan, air diperlukan untuk fungsi kognitif dan meningkatkan konsentrasi.

“Air dibutuhkan untuk peredaran darah ke otak sehingga konsentrasi lebih baik,” kata Shanty, saat jumpa pers Indonesian Hydration and Health Conference (IH2C) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Kekurangan air sebanyak 1,5 persen dan 1,3 persen dari berat badan, dapat menyebabkan gangguan kognitif dan mood. Pada wanita sering kali mengalami kelelahan. Dampak buruk dehidrasi yang sering tak disadari antara lain menurunkan stamina dan produktivitas kerja, hingga meningkatkan risiko kecelakaan kerja karena kurang konsentrasi.

Oow! Ternyata…

Dikatakan dokter Tunggul D. Situmorang, SpPD, bahwa urin yang keluar dari tubuh sekitar satu liter sampai satu setengah liter, itu sama dengan sekitar tujuh gelas. Sedangkan, penguapan di tubuh dengan suhu tropis sekitar 700 gram-800 gram. Tapi, ini bukan berarti mutlak harus minum air sebanyak 8 gelas per hari.

“Sebanyak apa minum air, sebaiknya disesuaikan dengan aktivitasnya. Jadi, kalau aktivitasnya lebih banyak, dengan penguapan tubuh yang lebih banyak, maka sebaiknya minum air lebih banyak,” jelasnya saat temu media beberapa waktu lalu di Jakarta.

Apalagi, menurut dokter Tunggul, kebutuhan cairan tubuh sudah diatur secara fisiologis. Ini ditandai dengan rasa haus yang muncul ketika tubuh mulai kekurangan cairan.

Nah! Bagaimana cara mengatasi kekurangan cairan disebabkan kebiasaan kurang minum, seperti saya?

Berikut, beberapa saran yang bisa teman-teman coba, agar bisa menambah porsi minum tanpa merasa menyiksa hidup, he he he.

Perbaiki mindset berpikir kita

Kita boleh membuat beragam pemikiran yang intinya memotivasi diri untuk bisa menikmati minum sesuai kebutuhan.

Saya ingin sehat!

Saya butuh minum, bahaya kalau tidak terpenuhi!

Ayo banyak minum, mumpung murah!

Dan lain-lain.

Minum kopi

Menurut Anne Marie Treman, kebutuhan air putih pun disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Saat berolahraga atau saat banyak minum kopi, sebaiknya minum banyak air putih. Sebab, kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik, yang bisa menyebabkan dehidra si.

Nah, saya punya alasan  minum kopi untuk memperbanyak minum! Bagaimana penjelasannya?

Saya suka kopi, tapi kadang-kadang kalau minum kopi, kepala terasa pusing. Nah, untuk menetralisirnya, setiap teguk kopi, saya bilas dengan 2-3 teguk air putih.

Saya minum kopi karena butuh dan suka, walaupun baru-baru ini saja. Sebelumnya saya tidak minum kopi, selain menghindari efek dari kafein yang banyak diberitakan kurang baik untuk kesehatan, juga menghindari ketergantungan. Hal itu berubah sedikit, setelah saya membuktikan bahwa memang minum kopi menimbulkan kesegaran, walhasil, dengan kegiatan saya sekarang yang banyak menulis, membuat sering lupa waktu sampai saya merasa perlu kesegaran. Dan saya fikir, Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya, apalagi setelah saya sedikit mempelajari herbal. Semua makanan dan minuman ciptaan Allah yang halal, tentu boleh dikonsumsi, selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Melakukan aktifitas yang banyak mengeluarkan keringat.

Dalam tubuh, cairan yang masuk akan bersirkulasi memenuhi kebutuhan. Setelah menyelesaikan tugasnya, kemanakah cairan yang setiap hari kita minum?

Yang pertama, keluar dari tubuh sebagai keringat dengan membawa racun yang membahayakan tubuh, yang kedua melaui urin.

Salah satu sebab saya malas minum adalah harus sering ke kamar mandi untuk buang air kecil. Kalau di rumah artinya mengganggu aktivitas, kalau di perjalanan, membuat tidak nyaman, karena saya menghindari toilet umum sebisanya. Saya lebih suka memancing haus dengan berkeringat.

Minum dengan cara menyenangkan

Salah satunya dengan cara membuat infused water.

Dalam kondisi tertentu, saya malas minum, seolah lambung tidak nyaman kalau saya beri air putih. Nah, untuk mengatasi itu, saya upayakan minum dengan menambahkan irisan buah ke dalam gelas yang berisi air, sehingga air yang saya minum mempunyai aroma segar dari buah. Saya lakukan ini lebih sering di rumah, sehingga tidakmasalah kalau harus bolak balik ke toilet.

Minum yang bervariasi

Saya tidak mengharamkan minuman selain putih, salah satu tujuannya, saya bisa beradaptasi di manapun, karena kita tidak tahu, situasi apa yang akan kita hadapi. Dan saya rasa itu tidak masalah, selama tidak berlebihan.

Makan makanan yang merangsang haus.

Di antara kita mungkin harus minum setelah makan pedas. Ada juga yang harus minum karena makan gorengan atau makanan kering.

Semoga pengalaman saya mengupayakan agar bisa banyak minum, bermanfaat untuk teman-teman yang memiliki permasalahan serupa.

Sumber: health.kompas.com, dll.

 

20 Comments

  1. reza Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 26, 2018
  2. Mery kusyeni Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 26, 2018
  3. Lela Trisanto Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 27, 2018
  4. Kang Erman Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 27, 2018
  5. mail Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 27, 2018
  6. Heni Puspita Januari 26, 2018
    • nenysuswati123 Januari 27, 2018
  7. Tety mjdh Januari 27, 2018
    • nenysuswati123 Januari 27, 2018
  8. rika widiastuti altair Januari 31, 2018
    • nenysuswati123 Februari 1, 2018
  9. agustinus leantoro Februari 1, 2018
    • nenysuswati123 Februari 1, 2018
  10. Naqiyyah Syam Februari 2, 2018
    • nenysuswati123 Februari 2, 2018

Tinggalkan Balasan ke Lela Trisanto Batalkan balasan