6 Tips Menjaga Anak dari Pengaruh Lingkungan Rumah

Segala sesuatu yang di luar diri merupakan lingkungan bagi seseorang, yang sedikit banyak akan memberi pengaruh pada pembentukan karakter, sikap dan perasaannya.

Kita akan membahas khusus pengaruh lingkungan rumah terhadap proses tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak.

Seharusnya kita memilih tempat tinggal yang ideal dari semua sisi kehidupan, baik itu kesehatan, sosial, pendidikan, kenyamanan, dsb. Tetapi pada kenyataannya kita terpaksa menempati rumah yang tidak ideal dari beberapa sisi, sehingga selalu was-was terutama pada proses pembentukan karakter anak. Terkadang kita terlambat menyadari keburukan lingkungan karena minimnya informasi yag di dapat saat memilih tempat tinggal, tapi bisa juga awalnya sebuah lingkungan itu baik, ternyata setelah beberapa tahun kemudian membuat kita merasa terjebak di dalamnya.

Pindah sewaktu-waktu dan berulang kali saat menyadari lingkungan buruk, tentu bukan hal mudah. Banyak pertimbangan, selain kemampuan keuangan. Belum tentu juga lingkungan baru yang dianggap lebih baik, suatu saat tidak akan memburuk.

Berikut beberapa tips melindungi anak kita dari keburukan lingkungan:

  1. Awasi anak sepenuhnya saat mereka di usia kanak-kanak. Tanamkan keimanan dan nilai-nilai kebaikan sebagai landasan akhlaknya dalam bersikap.
  2. Dampingi saat mereka berinteraksi dengan orang lain, sebisa mungkin.
  3. Pantau pengaruh yang mereka dapatkan dari lingkungan, baik isi ucapan, gaya bicara ataupun sikapnya, bila ditemukan, segera diluruskan.
  4. Cukupi kebutuhan kasih sayang dan perhatian anak, terutama yang usia remaja, sehingga tidak begitu membutuhkan perhatian dari orang lain, ajak mereka bicara dan diskusi, jadilah teman yang asyik baginya.
  5. Pilihkan lingkungan yang lebih baik dan sibukkan mereka di sana, agar sedikit saja waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan rumah. Pilih komunitas dan aktivitas positif yang mengembangkan kreativitasnya.
  6. Bila perlu, ungsikan mereka ke lingkungan yang lebih baik, seperti boarding school atau pondok pesantren sambil terus mendapat bimbingan orang tua dan terpenuhi hak kasih sayangnya dengan berbagai cara.

Beberapa keburukan lingkungan yang perlu diwaspadai:

  1. Pergaulan bebas yang mengabaikan aturan agama, budaya dan etika. Sesuatu yang dulu dianggap tabu, atas nama modernitas, kini menjadi sesuatu yang sangat biasa bahkan menjadi hiburn untuk bersenang-senang.
  2. Narkoba. Mungkin kita akan terkejut saat mengetahui teman dekat anak, anak tetangga yang terlihat manis, anak-anak yang dulu menjadi muris ngaji kita, kini, di usia remajanya telah menjadi pemakai bahkan penjual narkoba. Awalnya hanya coba-coba, demi pertemanan, takut dianggap nggak gaul, begitu mudahnya mereka terjebak di lubang yang sulit sekali keluarnya.
  3. Pornografi. Allah melarang kita mendekati zina, mendekati! Kini? Begitu bangganya hal-hal yang mengarah kepada perzinahan dipertontonkan. Seakan dosa besar sudah tak berlaku lagi bagi perbuatan zina. Mungkin kita akan semakin miris melihat, begitu mudahnya lingkungan mengakses konten pornografi dan menjadi bahan obrolan dalam pergaulan anak-anak.
  4. Aliran pemikiran yang membahayakan. Begitu mudahnya akses informasi di zaman kini, membuat mudahnya berbagai pemikiran yang membahayakan menyebar di masyarakat. Pemikiran yang terbalut pesona ilmiah dan modernitas.

Semoga kita diberi kemampuan untuk menjaga amanah yang Allah percayakan.

Add Comment