7 Cara Mengatasi Pengaruh Bahasa Buruk Pada Anak

tmpdoodle1473869018127

Suatu siang, saat pulang dari sekolah, seperti biasa Harish menceritakan beberapa pengalamannya hari itu.

Harish : Umi tau nggak, gila itu apa?

Umi : Apa?

Harish : Mantab.

Umi belum menanggapi, menunggu kelanjutan ceritanya.

Harish : Umi tau, nggak, picik itu apa?

Umi : Apa?

Harish : Curang.

Umi : Kalau curang, bukan picik, Rish.

Harish : Apa?

Umi : Licik.

***
Sore harinya., Umi menanyakan kembali masalah yang tadi siang diceritakan.

Umi : Rish, siapa yang suka ngomong gila?

Harish : Temen-temen, kakak-kakak kelas juga, sering ngomong gila,.

Umi : Kalau ada sesuatu yang mantab, hebat, ngomongnya bukan gila, tapi masyaallah.

Harish : Tapi kakak-kakak itu ngomongnya gila.

Harish : Harish bisa bicara yang lebih baik, masyaallah, nggak usah ikut-ikutan yang kurang baik.

***

Begitu deh, saat pergaulan mulai meluas, banyak pengaruh yang akan diterima anak, baik itj perilaku maupun bahasa.

Biasanya, setiap masuk rumah, ada kosa kata baru yang perlu dijelaskan makna dan penggunaannya dengan benar. Tidak mungkin, kan, kita mengkarantina anak-anak?

Kita diamanahi anak agar menyiapkan mereka menghadapi zamannya, itu berarti mereka harus tahu perkembangan lingkungan yang melingkupinya. Tahu perkembangan tidak harus nyemplung dan mengikuti semuanya, tapi tidak melarang mereka tahu bahkan kita siapkan merekanuntuk menghadapinya..

Masuk SD, berarti kita siap menghadapi anak menerima pengaruh lingkungan lebih banyak lagi. Berbeda dengan saat TK, selain guru, temannya hampir sebaya semua, sedang di SD, mereka bisa bergaul dengan berbahai jenjang usia dengan segala perkembangan dan tingkan lakunya yang lebih beragam.

Bagaimana kita menetralisir pengaruh luar yang tidak sejalan dengan pola pendidikan yang kita tanamkan, dalam hal ini tutur kaabyang menurut ukuran kita kurang baik?

1. Dengarkan dengan seksama informasi yang disampaikan anak.
2. Gali lebih dalam, seberapa jauh apa yang diceritakan itu mempengaruhinya.
3. Perhatikan, sejauh mana pemahamannya tentang hal itu.
4. Menentukan masalah inti dari cerita anak.
5. Beri pemahaman seperlunya, sesuai dengan usia dan nalarnya.
6. Beri arahan dengan bahasa yang mudqh dipahami.
7. Pantau terus perkembangannya dan terus mengingatkan saat anak menampakkan pengaruh negatif itu pada prilakunya.

3 Comments

  1. SpesialTips! September 15, 2016
    • nenysuswati123 September 15, 2016
  2. Yopie Pangkey September 17, 2016

Add Comment