7 Kejenuhan Orang Rumahan dan Cara Mengatasinya

TMPDOODLE1472739833093Setiap pilihan tentu bergandengan dengan konskuensi yang menyertainya.

Apapun yang menjadi alasan memilih menjadi orang rumahan, mengalami kejenuhan adalah niscaya. Seharusnya kita memahami hal tersebut sehingga lebih mudah saat mengalaminya dan lebih segera dalam mengatasi, karena jika dibiarkan berlarut, akan menjadi bom waktu yang akan membahayakan kebahagiaan rumah tangga.

 

Berikut 7 hal yang biasanya menyebabkan seorang ibu rumah tangga merasakan kejenuhan:

  1. Pandangan yang terbatas dinding, lebih-lebih kalau rumahnya termasuk tipe sangat sederhana. Ruang yang sempit, cat rumah kusam, barang-barang rumah tangga yang sudah berumur. Hal itu akan membuat perasaan bete, apalagi ada masalah lain yang sedang memberatkan pikiran.
  2. Bergelut dengan pekerjaan yang monoton. Bangun tidur menyiapkan sarapan, keperluan anak-anak sekolah dan suami yang akan pergi bekerja. Setelahnya mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci piring, pakaian, membersihkan rumah, masak, dll. Mengasuh bayi atau balita, mungkin juga orang tua atau mertua.
  3. Tidak ada teman yang bisa mendengar dan berdiskusi tentang sesuatu.
  4. Kurang kesempatan untuk menambah wawasan.
  5. Kurang kesempatan untuk refreshing.
  6. Merasa tidak berguna saat bertemu dengan teman sekolah yang sukses dalam karir dan menduduki jabatan penting
  7. Merasa terhambat kreativitasnya.
mengatasi kejenuhan

salah satu cara refreshing adalah bertanam dalam pot

Bagaimana cara mengatasinya?

  1. Jadikan dinding sebagai sahabat dan sumber inspirasi.
    Anggap dinding ini sebagai pembatas neraka, karena dengan adanya, banyak jalan kemaksiatan terhindari. Dengan adanya, kita melaksanakan amanah sebagai istri yang menjaga rumah suami dan sebagai ibu yang merawat dan mendidik anak-anak.
    Dinding rumah ibarat benteng yang melindungi keluarga dari pengaruh lingkungan.
  2. Ingatlah, sebenarnya apapun yang kita lakukan bisa bernilai ibadah dan produktif, selama kita mampu mempersepsikannya dengan memiliki mindset yang benar.
    Ukurlah segala apa yang kita lakukan dengan nilai pahala, karena sesungguhnya, itulah hasil yang jelas menjadi milik kita.
    Adakah motivasi selain ibadah agar kita bisa melakukan sesuatu dengan gembira?
    Ya, cinta. Cinta kepada keluarga menjadi motivasi yang membuat kita akan bahagia melakukannya.
  3. Dunia itu sempit, jika kita mampu mengaksesnya dengan teknologi. Jika bertemu teman secara fisik memang ada hal-hal yang tidak bisa tergantikan dengan komunikasi dengan media sosial. Itu tetap bisa kita lakukan, sekali-sekali.
    Jika kita memilih menjadi orang rumahan, maka perbanyak pertemanan dan diskusi dengan teman dunia maya, sebagai sarana memenuhi kebutuhan sosial kita.
  4. Begitu banyak cara menambah wawasan. Jangan terpaku pada seminar, pelatihan atau kunjungan ke sebuah tempat tertentu.
    Manfaatkan kemajuan teknologi untuk memenuhi kebutuhan penting ini. Mengikuti berbagai kelas online gratis atau berbiaya terjangkau. Anggap sebagai kompensasi dari biaya transport kalau ikut seminar offline. Banyak kelebihan mengikuti kelas online dibandingkan offline, terutama dari segi waktu dan kerepotan lainnya.
    Kelas online tidak menuntut kita mempersiapkan waktu untuk perjalanan berangkat dan pulang, cukup untuk mengikuti materi dan diskusi.
    Kelas online juga tidak menuntut kita berpenampilan yang banyak membutuhkan pemikiran, dan pakaian yang pantas dilihat orang lain.
  5. Tidak selamanya refreshing harus dengan bepergian, walaupun itu merupakan bagian penting. Sesuaikan kebutuhan refreshing dengan anggaran yang dimiliki, juga kesibukan yang ada. Inti refreshing adalah relax, kita perlu memikirkan alternatif lain untuk relaxasi.
    Bisa dengan olah raga ringan di sekitar rumah, atau senam di dalam rumah, bertanam di pot, membaca buku, menonton film lewat youtube, dll.
    Refreshing juga bisa dilakukan bersama keluarga, mempererat kedekatan antar anggota.
  6. Mungkin perlu dipahami kembali masalah sukses! Tidak selamanya ukuran sukses itu karir, jabatan dan popuaritas. Fokus pada sukses yang hakiki, sukses akhirat, keselamatan keluarga dari api neraka!
    Kita bisa mengelola keluarga dengan profesional sehingga produktif dan mencapai sukses bersama. Banyak ibu rumahan yang sukses dengan menulis atau menjadi pengusaha, bahkan mempekerjakan banyak karyawan.
  7. Tak ada yang bisa menghambat kreativitas manusia kecuali persepsinya sendiri! Setiap kita punya potensi untuk berkembang dan bertumbuh mencapai sukses. Kreativitas memang perlu teru diasah agar berkembang dan menghasilkan karya.

#sumber gambar: internet dan dokumen pribadi

2 Comments

  1. Heni Puspita September 13, 2016
    • nenysuswati123 September 14, 2016

Add Comment