Abdullah, Anggota DPRD Pelalawan-Riau yang peduli Dakwah Al Qur’an

Heran, ya? Kok bisa saya mengisi seminar keluarga di Pelalawan-Riau?

Lha, tahu kalau ada daerah ysng namanya Pelalawan, pun, baru ini.

Apa karena daerah ini kurang terkenal?

Ha ha, bukan! Bagaimana tidak terkenal, di sini berdiri pabrik kertas terbesar di Asia. Masalahnya, saya yang kurang piknik!

Begitulah manusia! Kalau tidak berhubungan langsung dengan dirinya, biasanya kurang mencari tahu.

Saya langsung googling setelah  diantar ke Hotel Unigraha yang berlokasi di kawasan grup perusahan APRIL.

Oo, ternyata…baca sendiri, ya, ini salah satu link beritanya  https://m.detik.com/finance/industri/2922613/pabrik-kertas-rp-4-triliun-dibangun-di-riau

Kembali ke pertanyaan, bagaimana saya bisa sampai ke sana?

Sepertinya berawal dari ketidak sengajaan, (padahal tidak ada takdir yang tidak sengaja, semua sudah ketentuan Allah) saat suami saya bertemu dengan seorang teman dari salah satu peserta rakornas PBI yang sedang diikutinya, di Jakarta. Hanya ngobrol sekilas dan sebentar, dan saat itupun tidak ada komitmen apa-apa.

Ternyata, pertemuan singkat itu menginspirasi beliau, Pak Abdullah, salah satu anggota DPRD Pelalawan Riau, beberapa hari kemudian mengundang kami mengisi seminar keluarga di masjid yang dikelola pemda, dimana beliau sebagai salah satu pengurusnya di bidang dakwah.

Alhamdulillah, dengan komunikasi via WA, acara tersebut, dengan izin Allah, terselenggara sesuai rencana.

Luar biasa anggota dewan satu ini!

Biasanya, pejabat mendapat penghormatan dan perlakuan istimewa, tetapi saya menemui hal sebaliknya, dimana justru beliau memberikannya kepada kami.

Dari penjemputan saat kedatangan, mengantarkan ke tempat acara di beberapa tempat, sampai mengantarkan ke bandara saat pulang. Sebenarnya saya tidak enak hati,, siapa lho, diri ini…tapi, yaa, disyukuri saja, setidaknya dari beliau saya belajar banyak hal.

Salah satunya tentang efektivitas!

Bagaimana memanfaatkan peluang untuk banyak kebaikan, hanya masalah pergiliran.

Selama ini saya menyaksikan, bagaimana jika mendatangkan pembicara dari luar daerah. Sebisa mungkin kedatangannya bermanfaat, ilmunya tertular kepada banyak orang. Bagaimana panitia membuat acara-acara selipan di sela waktu.

Sekarang giliran saya!

Dari rumah berangkat jam 06.30, diantar dengan motor ke bandara dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Dilanjutkan pesawat ke Jakarta, transit, kemudian lanjut ke Pekanbaru. Sesampai di sana langsung ke Pelalawan dengan jarak tempuh 1,5 jam menggunakan mobil yang dikemudikannya sendiri.

Sampai hotel jam 15.30, chek in, mandi, istirahat secukupnya tanpa tidur.

Sekitar jam 17.00 dijemput menuju lokasi buka bersama untuk memberikan tausiyah sebelum berbuka. Setelah sholat maghrib, sambil berbuka kami sharing, suami dengan peserta pria, saya dengan peserta wanita, hingga menjelang Isya. Ada permintaan, suami memberi tausiyah menjelang tarawih di salah satu masjid, saya melanjutkan sharing dengan ibu-ibu.

Sayang, sudah ada alarm alami dari kening yang berdenyut lembut, maka dengan halus saya minta komunikasi dulu dengan suami, tapi panitia cukup peka, sehingga membatalkan rencananya, supaya saya segera istirahat.

Ha ha, saya maklum, Pak Abdullah biasa melakukan hal seperti itu. Setahu saya, anggota dewan, saat reses, terbiasa berjibaku dengan kunjungan ke daerah untuk berinteraksi dengan masyarakat. Mungkin beliau tidak tahu, saya nenek usia 52 tahun yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Jam 03.00 saat bangun malam menjelang sahur, saya buka wa, ada pesan dari Pak Abdullah, menawarkan suami untuk mengisi tausiyah ba’da subuh di masjid komplek RAPP. Kondisi sudah segar, suami menyanggupi.

Menjelang subuh, beliau menjemput kami menuju masjid komplek yang di sana juga ada sarana pendidikan yang sedang digunakan untuk mengadakan pesantren kilat dengan peserta mencapai 150an orang. Bahagianya ada di dalam jamaah sholat subuh yang banyak shafnya.

Jam 09.10 kami dijemput sekaligus check out, menuju masjid Ulul Azmi yang lokasinya agak lumayan jauh. Inilah puncak acara dari perjalanan kami, mengisi seminar dengan tema yang sekaligus membedah buku “Menuju Keluarga Hafidzul Qur’an”.

Acara selesai saat dzuhur, dilanjutkan  tausiyah ba’da dzuhur oleh suami. Setelah membereskan segala urusan dengan panitia yang menangani penjualan buku, sekitar jam satu lebih beberapa menit, kami berangkat ke bandara di Pekanbaru, karena jadwal terbang kami tertera di tiket jam 15.40.

Pak Abdullah bukan orang yang terlalu banyak bicara, tapi tetap nyaman saat bincang-bincang kami lakukan di sepanjng perjalanan. Dari obrolan kami sedikut tahu beratnya sebagai anggota dewan, terutama dalam menjaga idealisme. Bisa bertahan tanpa kontaminasi saja sudah bagus, apalagi bisa tetap berdakwah sambil mengemban amanah di sana.

Perjalanan berlanjut sampai rumah jam 21.00 tanpa istirahat. Alhmdulillah, selamat sampai rumah dan segera beristirahat setelah sedikit membagi cerita ke anak-anak.

 

Hari ini jam 07.30 kami sudah ada di lokasi acara Sehari bersama Al Qur’an yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Lampung, sebagai panitia.

 

Add Comment