Berbagi di Gerakan Buku Untuk Indonesia

Berawal dari keprihatinan akan fenomena yang ada sekarang ini. Sebuah  kenyataan bahwa, anak-anak lebih suka dan tampak bahagia saat memegang gawai.

Keprihatinan ini semakin bertambah besar saat mengingat, betapa banyak efek negatif gawai terhadap perkembangan anak. Selain itu, minat membaca buku pada anak dinilai kurang sesuai dengan yang diharapkan, bahkan cenderung menurun.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Riset berbeda bertajuk “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. ( mhttps://www.kaskus.co.id/thread/586b09af54c07a306e8b4567/unesco–minat-baca-indonesia-cuma-0001-persen-ini-sebabnya/)

PT Bank Central Asia Tbk merespons hal itu dengan menginisiasi gerakan social #BukuUntukIndonesia. Berawal dari bulan Maret 2017 hingga kini terhimpun dana sebesar Rp. 1.498.992.817 (tanggal 12 Agustus 2017 sebelum pukul 9 pagi) dari donasi masyarakat dengan nominal mulai dari100.000 rupiah, yang dikonversikan menjadi buku-buku bacaan anak, terutama cerita-cerita edukatif. Rencananya, donasi  #BukuUntukIndonesia akan disebar ke lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku-buku yang layak dan dana yang minim.

21 Juli 2017, rinai gerimis membersamai keberangkatan menuju SDN 7 Gadingrejo kabupaten Pringsewu provinsi Lampung, sebagai salah satu titik yang dipilih untuk acara penyerahan donasi #BukuUntukIndonesia. Saya sengaja membawa payung lipat untuk antisipasi kalau gerimis atau bahkan hujan ketika sampai di lokasi yang baru pertama kali saya kunjungi. Sesuai dugaan, di lokasi sedang hujan, sehingga turun dari mobil di gerbang sekolah, payung yang saya bawa sangat berguna.

Di lokasi, terlihat panitia sedang mempersiapkan tempat acara,mengatur tata letak kursi dsb. Sementara siswa-siswa dipersiapkan oleh gurunya masuk kelas dulu sebelum kemudian berkumpul di tenda tempat acara di gelar.

Alhamdulillah, saat acara di mulai, hujan reda, matahari muncul dengan sumringah. Anak-anak terlihat antusias menantikan acara di mulai.

Di awali pertunjukan marching band sebagai sebagai pembuka, memberikan semangat di pagi yang sangat cerah, walaupun tanah masih basah. Grup marching band berbaris rapi di sisi tenda dengan alat music masing-masing. Beberapa nada lagu yang familiar dimainkan. Kemeriahan itu dilanjutkan di panggung oleh duet MC yang sangat profesional, Kak Bagus dan Kak Dewi.

 

 

Hari itu siswa SDN 7 Gading Rejo tidak belajar di kelas seperti biasa. Semua siswa berkumpul di tenda untuk belajar bersama dan bergembira bersama para pembimbing yang tidak biasanya. Mereka menyaksikan tampilan teman-temannya, baik berupa tari-tarian maupun seni bela diri. Dilanjutkan membuat kreasi dengan bahan balon tiup. Berbagai bentuk mainan dibuat menggunakan balon panjang yang sudah ditiup, dibimbing dari atas panggung.

Puncak kegembiraan mereka, saat muncul Kak Giring, salah satu personil grup musik Nidji yang salah satu lagu populernya adalah laskar pelangi, yang mana sempat dimainkan oleh marching band sebelumnya.

Kak Giring Ganesha hadir sebagai bintang tamu, bukan akan menyanyi, tapi membacakan buku cerita kepada anak-anak atau story telling.

Seru! Ternyata Kak Giring pandai mengubah-ubah intonasi suara, sehingga bisa bercerita dengan menghadirkan suara setiap tokoh dalam bukunya. Cerita yang memotivasi anak untuk kreatif memanfaatkan sumber daya alam, bahkan sesuatu yang dianggap tidak berguna, sampah!

Kak Giring mengajak dan memotivasi semua siswa untuk lebih gemar membaca dan melakukan aktivitas yang bermanfaat seperti kegiatan marching band, seni, dan lain-lain. Gunakan usia muda untuk aktivitas yang bermanfaat untuk masa kini dan hari kemudian.

Di akhir cerita, Kak Giring membagi-bagi buku sebagai hadiah untuk yang berhasil memjawab pertanyaan yang diajukan. Disempatkan juga menanyakan, apa cita-cita anak-anak yang menerima hadiah. Beragam keinginan mereka untuk kehidupan di masa depan, ada yang ingin jadi pemain bola, guru, dokter, dll.

Setelah sambutan dari Kepala SDN 7 Gadingrejo, dilanjutkan paparan oleh Bapak Santoso, kepala  BCA cabang Lampung. Beliau menyampaikan latar belakang munculnya ide kreatif ini dan langkah-langkah apa yang dilakukan.

Di hari ulang tahunnya yang ke-60, BCA berkomitmen untuk Menjadi Lebih Baik melalui tiga pilarnya; Belajar lebih baik, Melayani lebih baik dan Memberi Lebih Baik. Salah satu perwujudan Memberi Lebih Baik adalah dengan menggelar gerakan social #BukuUntukIndonesia.

Pada kesempatan ini ada 7 SD yang dipilih untuk menerima donasi, yaitu SDN 7 Gadingrejo-Pringsewu, SDN 2 Banjarsari-Metro, SDN 3 dan 4 Sukaraja, SDN 3 dan 5 Bumiwaras dan SDN 4 Gunung Terang.

Semoga apa yang dilakukan BCA menginspirasi perusahaaan lain untuk ikut andil dalam upaya mencerdaskan anak bangsa sebagai dana CSR yang harus disalurkan ke masyarakat. Bagi yang ingin berpartisipasi, mudah banget kok,caranya. Kunjungi www.bukuuntukindonesia.com, kemudian klik BERBAGI, pilih nilai berbagi mulai dari Rp.100.000.

Sayang, saya tidak bisa ikut ngbakso bareng teman-teman penulis dan blogger lain yang sangat respek dan mendukung kegiatan-kegiatan yang terkait dengan buku dan gemar membaca, karena harus segera kembali ke Bandarlampung. Ada agenda lain yang harus saya laksanakan.

2 Comments

  1. Desy Yusnita August 13, 2017
    • nenysuswati123 August 13, 2017

Add Comment