Dimana Jodoh Digantung?

Ups! Judulnyaaaaaa :v :v

12 Agustus 2017

Kembali saya diminta oleh pengurus komunitas Sisterfillah untuk mengisi kajian ringan yang rutin diadakan dua pekan sekali, khusus untuk muslimah.

Dari judul, sudah terbayang, kan isinya? Tapi belum tentu, lho, yang dibayangkan sama persis dengan isi kajian sesungguhnya.

Judul ini dimunculkan, tentu sesuai dengan kebutuhan audiens, maklumlah, sebagian besar peserta adalah muslimah usia siap nikah.

Tujuan utama dari judul ini tentunya meluruskan persepsi tentang jodoh dalam Islam.

Heran juga saya, kenapa istilah proposal, ta’aruf begitu populer di kalangan anak-anak muda ini. Banyak bahasan tentangnya, entah di dunia nyata ataupun medsos, dan saya sering mendapatkan pertanyaan seperti itu.

*Bagaimana cara membuat proposal?

*Apa saja isi proposal?

*Apa yang ditanyakan saat ta’aruf?

Saya bahagia melihat anak-anak muda yang berhijrah, berusaha meninggalkan budaya pacaran dalam menjemput jodoh. Tetapi semangat itu kadang tidak disertai dengan pemahaman yang benar, sehingga ada beberapa kasus aktivitas pacaran disebut ta’aruf dan merasa itu sudah Islami.

Apa yang kemarin dibahas?

Pertama saya katakan, bahwa wanita menyukai pria dan sebaliknya adalah sesuatu yang natural, normal dan wajar. Justru tidak wajar jika menyukai sesama jenis. Yang jadi masalah, bukan tidak boleh menyukai lawan jenis, tapi ekspresi suka itu yang harus diperhatikan, sesuai dengan tuntunan.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….(Terjemah QS. An-Nisa : 1)

Kedua, jodoh merupakan misteri yang hanya menjadi nyata saat dipertemukan. Sebelum terjadi akad nikah, maka belum jelas siapa jodoh setiap orang. Dimana calon jodoh berada, di lingkungan seperti dia akan muncul, adalah rahasia Allah. Sebagai manusia kita boleh berikhtiar mendekat ke lingkungan, dimana kira-kira jodoh yang baik digantungkan. Tapi hati-hati jangan sampai salah niat.

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits.

Ketiga, tujuan pernikahan adalah:

Terjemah QS. Ar Ruum 21

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Kelima, apa petunjuk dan tuntunan menjemput jodoh?

Terjemah QS. An Nuur 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)

Ayat di atas berkisah tentang pembelaan kesucian Aisyah istri Rasulullah Saw. yang difitnah, juga sebagai isyarat bagi kita dalam menjemput jodoh.

Logikanya, jika menginginkan jodoh yang baik, berusahalah menjadi calon jodoh yang baik. Bergaulah di lingkungan, dimana kira-kira jodoh yang baik itu digantungkan.

Keenam, seperti apa sih kriteria jodoh yang baik itu?

Seorang peserta spontan menjawab,”Tampan, mapan, hafidz qur’an!”

Waaaah! Itu, mah, stock terbatas. :v :v

Supaya kriterianya nggak seragam, tapi stocknya lumayan banyak, Rasulullah Saw. telah memberi tuntunan:

Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena
hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang (taat) beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.

Jadi, dimana jodoh digantung?

Jawabannya bukan nama tempat, ya.

Terjemah QS.  Al Ikhlash 2

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

Itu pokok-pokok persoalan yang harus dipahami sebelum menjemput jodoh, yang mana prosesnya pun ada tuntunannya. salah melangkah, bisa bahaya akibatnya, menyangkut kehidupan berikutnya, termasuk bagaimana nasib di pengadilan Allah nanti.

 

Add Comment