Gebyar Puncak Tema, Melatih Percaya Diri Anak

Setiap jelang akhir tahun pelajaran, SDIT Permata Bunda 1 Bandarlampung dan sepertinya semua sekolah islam terpadu yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) seluruh Indonesia, mengadakan acara Gebyar Puncak Tema.

Dalam acara ini khusus diberikan kesempatan kepada semua murid untuk tampil di panggung unjuk kebolehan sesuai tema yang ditentukan bagi setiap level kelas.

Setiap level kelas diberi tema tertentu, kemudian guru dan komite kelas merencanakan kegiatan atau tampilan sesuai tema tersebut. Biasanya kegiatan berupa lomba yang intinya anak biberi kegiatan melakukan aktivitas bersama orang tua. Contoh, untuk tahun ini, Harish yang kelas 1 ikut lomba membuat alat permainan bersama orang tua, sedang Hafa yang kelas 6, membuat alat peraga tentang ruang angkasa.

Dari kurikulum yang diberlakukan, kita melihat keterpaduan pendidikan yang diramu dengan bentuk kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Sebagai orang tua, sebagian mungkin agak bingung saat membimbing belajar anak-anaknya, karena cara belajarnya berbeda jauh dengan waktu sekolah dulu. Kita sulit menemukan pelajaran yang terpisah, terutama di kelas-kelas awal, karena semua mata pelajaran diramu dengan tematis.

Misalnya, Harish yang kelas 1, tidak tahu mana pelajaran bahasa Indonesi, Ilmu pengetahuan alam dan sebagainya, karena dalam belajar, yang tertera dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah Tema: Aku dan diriku, di dalamnya tercakup semua jenis mata pelajaran. Di sinilah peran komite kelas terasa begitu penting, karena pertemuan komite dan guru merupakan ajang komunikasi efektif dalam upaya menjembatani hal tersebut.

Kembali pada pembahasan gebyar puncak tema, saya melihat panggung ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak, memupuk karakter kepemimpinan dan kerjasama dalam grup. Kita butuh generasi penerus dengan mental pemimpin yang siap menghadapi zaman yang kian keras dan menantang.

Setiap jiwa lahir dengan potensi jiwa kepemimpinan, hal ini termaktub dalam Al Qur’an dan hadits.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isro : 36)

‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.\” Aku menduga Ibnu ‘Umar menyebutkan: “Dan seorang laki-laki adalah pemimpin atas harta bapaknya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.”(Hr Bukhari)

Hanya saja, karakter ini perkembangannya berbeda pada setiap diri, sangat tergantung pada pola pendidikan yang diterimanya.

Kerjasama yang baik antara pendidik di masa keemasan anak, tentu sangat berpengaruh pada lahirnya para pemimpin masa depan.

Dalam hati saya membatin,”Ah, inilah yang membuat SIT berbiaya mahal, karena untuk menyelenggarakan pendidikan yang sekualitas ini, tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Karena anggaran dari pemerintah tidak memadai, maka biaya itu ditanggung oleh orang tuanya.”

Acara ini merupakan salah satu acara tahunan yang rutin dilakukan selain acara wisuda tahfiz untuk murid-murid yang sudah mencapai hafalan juz tertentu dan perpisahan murid kelas 6.

4 Comments

  1. Kei April 30, 2017
    • nenysuswati123 April 30, 2017
  2. Firdaus ILo September 2, 2017
    • nenysuswati123 September 3, 2017

Add Comment