Lelaki Penggenggam Hujan

Lelaki Penggenggam hujan

Lelaki Penggenggam Hujan

Judul buku: Muhammad Saw. Lelaki Penggenggam Hujan (buku 1 dari trilogi)( sebuah novel biografi)

Penulis: Tasaro GK

Penerbit: Bentang

Cetakan ke 12, April 2019

Tebal: xxvii + 640 halaman

 

Buku ini dibuka dengan adegan di beberapa tempat di dunia, pembicaraan tentang seorang manusia yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Waktunya bersamaan dengan kejadian Rasulullah Saw dan sahabat Abu Bakar sedang berada di gua Tsur untuk mengecoh para pengejar, dalam perjalanan hijrahnya.

Saya perlu mengulang membaca pembukaannya untuk mengenal nama-nama yang berbeda untuk tokoh yang sama.

Teknik penceritaan yang sangat berbeda dengan bahasa siroh, sempat membuat saya beberapa kali meletakkan buku ini, untuk kemudian dibuka lagi, karena saya ingat, ini novel, bukan siroh. Benar, saya sedang mempelajari berbagai cara untuk menyampaikan keagungan Rasulullah Saw untuk bisa diterima dengan mudah oleh kalangan tertentu.

Berikutnya, cerita disampaikan dengan mencantumkan linimasa dan tempat disetiap bab, sehingga pembaca harus teliti untuk bisa merangkai isi cerita dengan ketelitian. Bagi pembaca malas, mungkin segera meletakkan dan batal membaca buku ini.

Ibarat buah duren, untuk sampai kepada kenikmatan rasa dan kelembutan teksturnya, kita harus menaklukkan kulit kerasnya.

Telan saja pembukaan yang tak biasa ini, selanjutnya cerita akan kita nikmati dengan citarasa yang sangat mewah.

Penulis berhasil menyuguhkan situasi perang Uhud, seolah kita berada di sana. Merasakan perih, takut, khawatir, sakit, juga semangat berani mati yang tak ada bandingannya dari pasukan manapun, sebagai perisai yang melindungi manusia paling mulia, Rasulullah saw.

Penulis mampu membawa pembaca pada suasana batin yang dirasakan Nusaibah, sahabat wanita yang sangat perkasa, juga satu-persatu tokoh yang rela mengorbankan dirinya untuk melindungi manusia yang paling dicintai. Tak ada gambaran cinta yang melebihi persembahan para perisai ini.

Kashva, Sang Pemindai Surga, sepertinya akan menjadi tokoh utama novel berlatar sejarah zaman Rasulullah Saw ini.

Siapakah dia?

Pemuda usia akhir duapuluhan, orang kepercayaan Khosrou, penguasa Persia. Kashva sang cendikia, ahli perbintangan, sastrawan dan dipercaya mengelola Kuil Gunung Sistan. Dia mengingatkan Khosrou dan rakyatnya akan info dari kitab suci agamanya, tentang nabi yang dijanjikan, kini dia sudah datang.

Sementara di Uhud, perang hampir mendekati akhirnya.

Orang-orang Quraish begitu membenci nabi dan memeranginya karena satu alasan: dia ingin mengubah cara penyembahan nenek moyang Arab! Yang itu akan berefek menggoyang posisi politis dan mengganggu kepentingan bisnis mereka.

Berbagai peristiwa yang terjadi di masa kehidupan Rasulullah Saw. diceritakan dengan bahasa yang mengharu biru. Bagi yang pernah membaca siroh nabi Muhammad karya salah satu penulis, dengan membaca buku ini, apa yang pernah dibaca akan teringat kembali. Sampai halaman 100, saya belum bisa melihat bagaimana penulis memasukkan tokoh novelnya pada kisah hidup Rasulullah Saw. dalam buku ini.

Sementara, itu informasi yang bisa saya bagikan. Kalau memang memungkinkan, tulisan ini akan saya lanjutkan.

Semoga bermanfaat.

Add Comment