Liburan Asyik ke Pahawang, Yok!

tmpdoodle1481878202193

Selasa, 13 Desember 2016

Setelah sholat subuh, semua bersiap dengan keperluan masing-masing. Menyiapkan baju ganti yang akan dibawa, bekal snack dan minuman, bergantian mandi dan sarapan. Kemarin Hilmy bilang, jam 07.00 harus sampai dermaga. Oke, berarti jam 06.00 harus sudah start dari rumah.

Abi pinjam mobil ke tetangga, Hilmy pergi menyewa kamera bawah air. Rencana semua ikut, kecuali istri Hilmy yang hamil tua dan Hany menyatakan tidak ikut, menemani yang sedang menanti kelahiran.

Wk wk wk, hampir jam tujuh Hilmy  muncul, katanya nyewa kameranya ganti orang, tempatnya lebih jauh dari rumah.

Sekitar jam tujuh kami berangkat, setengah perjalanan mampir ke tempat pemesanan nasi kotak.

O la la, ternyata belum siap, sedang di kemas. Untuk mempercepat, Umi turun tangan, sedikit sih, ha hay, jadi ingat zamannya sering menerima pesanan nasi kotak ayam bakar.

Perjalanan dilanjutkan. Hilmy sibuk menerima dan menelpon rombongan yang sudah sampai dermaga, kemudian pemilik kapal sewa, mengarahkan persiapan yang harus dilakukan rombongan sambil menunggu kedatangan kami. Semoga rombongan tidak terlalu kecewa atas keterlambatan ini.

Perjalanan kami memang tidak direncanakan sebelumnya, spontan, eee, malah asyik.

Ceritanya, Hilmy menerima tawaran keluarga besar seorang relasi, untuk dibantu wisata ke Pahawang. Hilmy memang sudah berkali-kali ke sana mendampingi beberapa rombongan turis luar kota. Jumlahnya lebih dari 20 orang, artinya kalau sewa satu kapal kurang, nyewa dua kapal masih longgar. Ya sudah, kami mendahului liburan resmi, mencukupi kapal yang akan disewa.

Perjalanan dari Bandarlampung ke dermaga butuh waktu sekitar satu jam. Dermaga Ketapang berlokasi di antara Pantai Sari Ringgung dan Pantai Klara, kecamatan Punduh Pidada kabupaten Pesawaran.

Di dermaga kita bisa menyewa kapal/ perahu motor dengan harga yang bervariasi, tergantung kapasitas penumpang, sepertinya, atau tergantung kedekatan hubungan dengan pengusaha penyewaan kapal. Kisaran harga rata-rata 400.000 sd 700.000 rupiah.

Dari dermaga ke lokasi, pulau Pahawang dan pulau-pulau sekitarnya tidak sampai memakan waktu satu jam.

DCIM100GOPROG1190632.

Biasanya, saat berangkat di pagi hari, cuaca bersahabat. Angin semilir, ombak ramah, sinar matahari masih hangat. Sejauh mata memandang hanya terlihat air laut dan pulau-pulau kecil yang tampak hijau dari kejauhan. Langit cerah, biru lembut tersaput awan putih tipis.

DCIM100GOPROG0370545.

Ada beberapa titik tempat snorkeling yang ditandai dengan adanya dermaga apung. biasanya di lokasi itu air jernih, sehingga dari permukaan pun, saat cuaca cerah, akan terlihat keindahan dasar laut yang tidak begitu dalam. Yang berhasil menyelam akan melihat pemandangan indah di bawah laut, ada yang sudah di manipulasi dengan beberapa petunjuk, seperti tulisan dan budi daya terumbu karang. Di sini ada biaya untuk setiap kapal, kalau tidak salah 20.000 rupiah.

DCIM100GOPROG2570797.

Sekali trip, kapal akan berhenti di 4 tempat, atau mungkin bisa juga sesuai pesanan. 2 titik untuk snorkeling dan 2 titik pantai di dua pulau.

Kami berhenti di titik snorkeling pertama, yang di dasarnya ada tertulis “I Love Pahawang”. Di sini keindahan terumbu karang mendominasi, dihiasi ikan-ikan cantik warna warni yang tidak merasa terganggu dengan kehadiran penyelam.

DCIM100GOPROG1280652.

Setelah puas bermain, kami melanjutkan perjalanan dan mendarat di salah satu sisi pulau Pahawang besar untuk makan siang, sebelum kemudian ke titik snorkeling kedua.

Karena air laut di titik kedua terlihat agak keruh, tukang perahu membawa kami ke titik ketiga yang masyaallah…jernih berkilau tertimpa matahari tengah hari. Saat-saat seperti ini tak ada yang ingat apa itu menjaga kesehatan, radiasi UV atau kelelahan. Semua kalah dengan kegembiraan dan ketakjuban menikmati keindahan alam.

DCIM100GOPROG0310539.

Di sini, di bawah permukaan ada tertulis “Wisata Taman Nemo Lampung”, benar, banyak ikan sejenis ikan nemo yang difilmkan itu.

Menjelang jam 13.00 kami di bawa ke pulau kelagian untuk sholat. Pantainya cantik, bersih, pasirnya putih berkilau indah. Sengaja kami langsung berendam di pantai sekalian berwudhu, kemudian sholat menggunakan pakaian basah tanpa membuka kaus kaki dan sandal. Ada beberapa saung yang bisa kami manfaatkan. Aih! Jadi ingat aksi 212, bagaimana para peserta yang jutaan jumlahnya sholat jum’at dibawah guyuran hujan. Baru sekali ini mengalami sholat dengan baju basah kuyub.

DCIM100GOPROG1450672.

Setelah sholat, kami tuntaskan bermain di pantai yang bersih hingga menjelang ashar.

Sebenarnya peserta minta snorkeling sekali lagi dan Hilmy menyanggupi dengan persetujuan tukang kapal, sayang, sebelum sampai titik yang dituju, tukang kapal memberitakan akan ada ombak besar. Kami percaya karena sudah merasakan tiupan angin yang lebih kencang dari sebelumnya.

Perjalanan pulang terasa lebih lama, ada desir di hati saat ombak yang agak besar menerpa badan kapal yang kami tumpangi. Beberapa peristiwa yang sempat dibaca di media, seakan membayang di hadapan mata.

Di langit tampak sebagian gelap karena mendung tebal, gerimis mulai turun, akhirnya diputuskan untuk kembali ke dermaga Ketapang, mengakhiri perjalanan hari ini.

Tempat indah yang pastinya akan menumbuhkan rindu untuk kembali ke sana, suatu saat nanti.

Yang ingin ke Pahawang untuk snorkeling, ke pulau Pisang di Krui untuk sarving atau tempat lain, jika perlu dibanyu, terutama rombongan, bisa hubungi kami.

Ibu Neny 081379147511

Hilmy 0899 6483 144

Ara 0896 5747 7985
tmpdoodle1481878379699tmpdoodle1481878425421tmpdoodle1481878484341tmpdoodle1481878540128tmpdoodle1481878638652

tmpdoodle1481878298446

Add Comment