Mengatasi Kesulitan Mengendalikan Anak

Sering mendengar keluhan orang tua tentang sulitnya mengendalikan anak-anaknya di zaman ini?

Banyak hal yang dianggap sebagai biang kerok, dan semua itu sesuatu yang berada di luar diri orang tua.

Ada yang menyalahkan perkembangan teknologi, media sosial bahkan kurikulum pendidikan di sekolah.

Benarkah hal-hal tersebut yang menjadi penyebab utama anak sulit dikendalikam?

Dr. Amir Zuhdi, seorang dokter yang menggeluti bidang anatomi otak manusia dan fungsinya, memaparkannya dalam seminar yang diadakan oleh JSIT Lampung dalam rangkaian acara Musyawarah Wilayah (muswil) IV di hotel Nusantara pada tanggal 28 Oktober 2017.

Audien yang membludak, baik dari peserta muswil sendiri, orang tua siswa SIT maupun masyarakat umum, bisa dianggap sebagai antusiasme masyarakat dalam masalah sulitnya pengendalian anak.

Dr. Amir Zuhdi, pria berbadan lumayan subur asli Ngawi ini, dengan gayanya yang sedikit kocak, mampu mentransfer istilah-istilah kedokteran yang rumit ke bahasa umum yang relatif mudah dipahami.

***

Neuro Science

Basic ilmu ini adalah Al Qur’an.

Hanya Al Qur’an kitab suci yang menulis tentang otak, baik secara fungsi maupun struktur.

Al Alaq : 15-16

كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ

(Bahasa Indonesia)
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

(Bahasa Indonesia)
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

Hud : 56

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(Bahasa Indonesia)
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil).

Dalam ketiga ayat di atas, Al-Qur’an memberi perhatian pada bagian tubuh yang kita sebut ubun-ubun, yang di dalamnya terdapat otak manusia sebagai pusat kordinasi seluruh aktivitas.

Informasi tentang nasiyah/ubun-ubun /prefrontal korteks, hanya ada pada manusia dimana di dalamnya tersimpan struktur otak tempat peradaban manusia.

Hasil bedah anatomi otak :
Ada tujuh lapisan yang melindungi otak

Ada 7 lapis neuron di dalam otak.

Terdiri dari 100 miliyar neuron.

Riset : Anak-anak yang sulit dikendalikan, 90% orang tuanya sulit mengendalikan diri.

Untuk membentuk pemimpin yang hebat harus dimulai dengan pengasuhan yang hebat.

Caranya?

Orang tua berlatih mengendalikan diri, dan itu butuh waktu.

Jangan marah dan mendiamkan lebih dari 78jam, sebab akan ada bagian otak yang akan kaku dan mengunci dan ini akan menggnggu fungsi otak, seperti perubahan dalam sikap dan emosi.

Pengendalian diri ada hubungan sehat dan tidaknya otak orang tua. Apa yang terlihat pada sikap orang tua otomatis akan terinstal di otak anak.

Sebelum 4 tahun, anak jangan diajari membaca, otaknya bisa rusak, karena bagian kognitifnya belum siap. Akibatnya, emosinya sering sulit dikendalikan, karena otak yang berfungsi mengelola emosi terganggu dengan aktivitas kognitif.

Yang sudah terbentuk sejak lahir adalah otak emosi, otak kognitif untuk calistung dsb, belum tumbuh.

0-6/7 tahun cara belajarnya (mengendalian emosi) dengan mencontoh! Kesalahan di usia ini seharusnya tidak diberi punishman. Pastikan dia mengerti kesalahan itu.

7 tahun ke atas sudah bisa diajak bicara secara rasional.

Untuk mencerdaskan anak:

1. Pastikan sensorik motoriknya ok, yaitu panca indra: pendengaran, penglihatan, peraba, pengecap, penciuman)

Pendengaran terbentuk sejak usia 4 bulan dalam kandungan, dan berhenti fungsinya 6 jam setelah dinyatakan wafat. Metode pembelajaran pertama dianjurkan yang melibatkan pendengran, misalnya menghafal Al Qur’an dengan memperdengarkan  bacaannya.

2. Pastikan otak emosi berkembang baik

3. Pastikan otak rasio berfungsi normal.

 

Sebagai latihan pengendalian diri pada anak.

Saat anak meminta sesuatu, jangan langsung dituruti, beri jeda untuk melatih pengendalian dirinya.

Penundaan akan melatih sistem kendali otak, contohnya puasa.

Tepati janji, walaupun anak lupa. Jangan bohong, itu cara anak akan sangat percaya pada orang tua.

Menjelang tidur anak akan mengingat kembali aktivitas seharian, dia akan ingat saat ortu tidak menepati janji.

 

Beberapa catatanmpenting:

*Kecemasan akan menular. Kecemasan, satu-satunya emosi yang diturunkan secara genetik.

*Obat kecemasan adalah menggantungkan/ tawakal pada Allah.

*Kecemasan pada ibu hamil akan menular ke janin.

*Anak akan merasakan emosi ibu dari detak jantung dan bau keringat.

*Dengki, dendam, dongkol sejahat-jahatnya penyakit otak.

*Marah menyebabkan pikun dini, hipocarpusnya error.

*0-7 tahun harus sudah terampil mengenali emosi : takut, marah, sedih, gembira, jengkel. Deskripsi emosi ada di wajah.

*Ketidak kompakan sikap orang tua berdampak pada perkembangan otak (terutama usia 5-6 tahun) sehingg anak sulit menilai baik buruk dan sulit mengambil keputusan.

*Sinyal pertama lemah lembut dari sorot mata, pastinya merupakn cerminan hati yang lemah lembut

*3-7 tahun, ajari dengan banyak bergerak, otak kinestetiknya sedang berkembang. Cara terbaik mencerdaskan anak.

*Jangan beri anak hp sebelum 12 tahun!

*Letakkan hp saat bermain dengan anak!

*Beri pengertian bahwa hp untuk bekerja orang tua, bukan mainan.

4 Comments

  1. Siti Julaiha Oktober 31, 2017
    • nenysuswati123 November 14, 2017
  2. Irfan November 1, 2017
    • nenysuswati123 November 14, 2017

Add Comment