Menghafal Al Qur’an Metode Negeri Para Anbiya

29 Oktober 2017, menjelang maghrib, seseorang mengirimkan flyer kegiatan yang pelaksanaannya esok paginya.

Membaca keterangan acara dan tempat yang sangat familiar dan terjangkau, saya langsung share flyer tersebut ke grup keluarga. Diputuskan, kami akan mengikuti acara tersebut dengan membawa santri rumah tahfidz MHA yang jumlahnya masih hitungan jari tangan😁😁😁

Sayang kalau dilewatkan, kesempatan bertatap muka dengan orang-orang istimewa di hadapan Allah, insyaallah. Selain menuntut ilmu, juga berharap mendapat keberkahan dari majelis dzikir yang sangat dianjurkan Allah.

Di bumi jihad Palestina, telah terlahir tidak sedikit para penghafal Al Qur’an.

Bagaimana anak-anak Palestina dapat menghafal Al Qur’an dengan sangat baik dalam suasana yang begitu mencekam?

Syeh. Dr. Said Tholal Al Dahsyan, hafiz qur’an dengan 3 sanad, asli kelahiran Gaza, akan menginformasikannya kepada kita.

Beliu pernah menjadi Direktur ekskutif Darrul Qur’an Al Karim wal Sunnah, Gaza. Yang sudah berdiri selama 22 tahun dan berhasil mencetak 20.000 hafiz qur’an.

Taujihnya:

Menghafal qur’an itu sulit atau mudah?

Al qur’an mudah bagi yang Allah mudahkan untuk menjaganya, dan sulit bagi yang disulitkan.

Dari sekian banyak materi dauroh qur’an, akan difokuskan pada langkah praktis untuk bisa hafal qur’an secara mandiri dan bagaimana mengajarkan pada orang lain. Dauroh ini memerlukan berjam-jam, bisa berhari-hari, tapi untuk hari ini akan difokuskan pada yang praktis dan simpel.

Hal paling inti hanya 3 yang utama:
1. Apa yang harus dilakukan sebelum mulai menghafal quran
2. Trik dalam langkah praktis
3. Nasihat dan motivasi setelah menghafal 1 ayat, 1 halaman, 1 surat

Masyaallah…luar biasa perjuangan para hafiz qur’an, bagimana mereka harus benar-benar bersabar dengan proses yang begitu detail untuk menyerap ayat-ayat Allah ke dalam pikirannya, hatinya, jiwanya.

Ya Allah, jaga mereka dari kemaksiatan yang akan menghijab cahaya-Mu menembus hati.😢😢😢 Benarlah, tanpa dimudahkan oleh-Nya, maka menghafal Al Qur’an tidaklah mudah.

Barokallah untuk orang-orang yang terpilih, yaitu orang-orang yang bersungguh-sungguh berniat menghafal untuk menggapai ridho-Nya dan berusaha menghindari kemaksiatan.

hal yang harus dilakukan sebelum menghafal :
1. Meluruskan niat, bersihkan dari orentasi dunia, setulusnya mengharap ridho, maka Allah akan mudahkan.
2. Berusaha meninggalkan dosa dan kemaksiatan. Sekecil apapun kemaksiatan, apalagi dosa besar, akan menjadi hijab hati sehingga sulit menghafal, akan menutup datangnya cahaya, taufik, hidayah. Cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.
3. Memohon pertolongan Allah, dengan doa supaya tidak takabur karena bisa hafal qur’an merupakan karunia Allah, bukan karena kehebatannya.
Beberapa trik menghafal yang bisa dipilih sesuai kondisi:
1. Menghafal secara mandiri, buka mushaf, baca dengan tajwid yang benar, kemufian diulang-ulang.
2. Menghafal dengan ditalqin oleh hufaz kepada penghafal, mentransfer dari hati ke hati.
3. Tidak menggunakan mushaf, tidak juga talqin, tetapi mendengarkan qori yang dikenal, disenangi. Sebagaimana umumnya kita, akan hafal dengan sendirinya, sebuah lagu yang sering didengarkan.
4. Kemampuan dalam memvisualisasikan, membayangkan halaman yang sedang dihafal
5. Langsung mengulang-ulang bacaan yang dicontohkan guru.
7. Memadukan dua cara, mendengarkan bacaan syekh, langsung talaqi, kemudian mendengar bacaan yang sama dari qori yang disukai.
Sangat ditekankan untuk sering mendengarkan. Disarankan mendengarkan qori yang suaranya sesuai dengan katakter suara kita.
Seorang kakek menjuarai musabaqoh hifzul qur’an, ternyata beliau tidak pernah mondok, kesehariannya seorang driver truk tronton, selama 2 tahun terakhir biasa mendengar bacaan qur’an. Selama perjalanan, memanfaatkan waktu untuk mendengarkan bacaan Syekh Abdul Basyid Abdul Shomad.
Syeh mempraktekkan metode tikror simak dihadapan hampir seribu oeserta yang didominadi santti Darrul Huffaz Pesawaran, Lampung.
Syeh minta satu murid untuk dibimbing menghafal menggunakan metode tikras simak.
Catatan penting dari praktek:
1. Jika bacaan syeh benar maka muridnya benar bacaannya. Di sini peran dan kualitas guru menjadi salah satu penentu kualitas bacaan.
2. Syeh membaca dengan tartil dan memotong sesuai dengan makna kata/kalimat.
3. Mengambil satu kalimat ayat sebelumnya tanpa memperhatikan kaidah waqof (tempat berhenti), menghubungkan ayat sebelumnya dengan ayat yang akan dihafal. Itu dalam proses, sedangkan saat murojaah, membacanya sesuai kaidah waqof.
4. Sebelum menambah, mengulang dari awal
5. Pengulangan ayat demi ayat terus tanpa bosan, harus sabar, tidak tergesa-gesa. Minimal 20x pengulangan satu ayat. Semakin banyak mengulang, semakin hafal. Kuatkan yang sudah dihafal, simak bacaan syeh dengan media. Kemudian ulang2 satu juz, sampai mutqin.
Beliau menghafal qur’an selama 20 tahun, sama persis dengan syehnya, begitupun dengan seluruh siswa.
Anak usia 6 tahun sudah ketahuan kemampuannya. Jika dalam satu grup terdiri dari 12 anak dengan kemampuan berbeda, bagi tiga kelompok sesuai tingkat kemampuan.
Demikian sedikit informasi yang sempat tercatat, semoga bermanfaat.
Eh, ada peserta cilik. Walaupun sambil ngemil, semoga ada yang membeka dalam benaknya sebagai seorang calon hafiz qqur’an, aamiin.

Add Comment