Muhammad Sang Pemalu

Buku 1

muhammad sang pemalu

Buku pertama praktek baca kilat

Judul : Muhammad Sang Pemalu

Penulis: Yuli Farida

Jumlah halaman: 136

 

Tinjauan awal.

Waktu tinjauan awal: 4 menit 17 detik

waktu baca kilat: kurleb 90 menit.

Kesimpulan: Buku ini membahas tentang pentingnya sifat malu sebagai mahkota akhlak seorang insan muslim.

Termasuk buku yang yang telan dan layak baca.

Tujuan: Saya ingin mengetahui sifat malu yang ada pada diri Nabi Muhammad, supaya bisa menerapkan dalam kehidupan sekaligus mendidik anak-anak dan murid-murid saya.

muhammad sang pemalu

mindmap Muhammad Sang Pemalu

Penjelasan Mindmap.

Malu

Defenisi:

Malu berasal dari kata al Haya’ yang dimaknai rasa malu/segan/sopan.

Secara istilah, di kalangan para ulama, malu merupakan akhlak yang memotivasi diri untuk meninggalkan perkara yang buruk dan hanya melakukan yang baik-baik saja.

Menurut Amru Khalid, seorang ulama yang juga penulis buku, beliau mengatakan bahwa malu merupakan kondisi ketertekanan jiwa seseorang saat melakukan suatu perbuatan.

Keutamaan malu:

  1. Malu merupakan parameter keimanan dan cerminan akhlak seorang muslim.
  2. Malu akan menjaga diri dan terhindar dari perbuatan dosa.
  3. Malu bisa menyebabkan pemiliknya meniti jalan ke surga.

Jenis:

Ditinjau dari karakter seseorang, dalam dirinya terdapat sifat malu yang merupakan tabiat/ pembawaan sejak lahir, ada juga malu yang merupakan hasil dari usaha/didikan/pembiasaan.

Dalam aplikasinya, malu ada yang terpuji, maksudnya memang seharusnya malu dalam situasi tertentu, misalnya malu mencuri. Ada juga malu yang tidak terpuji, yaitu malu pada hal yang tidak seharusnya, misalnya malu menyampaikan kebenaran.

 

Malu dibangun terhadap:

  1. Allah:
  • Malu melakukan maksiat
  • Malu jika lalai
  • Saat merasakan keagungan-Nya
  • Malu saat merasakan menempatkan yang lain pada posisi Allah, seperti berharap kepada makhluk.
  • Malu jika amanah fisik dan potensi yang dimilikinya digunakan selain untuk beribadah kepada Allah.
  1. Orang lain

Penyebabnya: sifat murah hati, adanya hubungan kekerabatan, sifat mulia/berjiwa besar.

Bentuk malu kepada orang lain:

  • Tidak membicarakan kemaksiatan
  • Bergaul sesuai syariat
  • Tidak merepotkan/memuliakan orang lain
  • Selalu menjaga adab/sopan santun
  1. Diri sendiri

Seolah memiliki dua jiwa yang saling mengawasi.

Menjaga kehormatan diri saat sendiri.

 

Malu pada diri Rasulullah Saw. Tercermin dalam sikapnya:

  1. Dari perubahan wajah saat melihat perbuatan yang dibencinya.
  2. Memilih kiasan saat menjelaskan sesuatu
  3. Mengutus orang lain saat mengambil haknya.
  4. Menyampaikan ayat, untuk hal-hal membuatnya malu.

 

Malu pada wanita, Nampak pada:

  1. Menutup aurat
  2. Menundukkan pandang
  3. Menghindari campur baur dengan pria yang bukan mahram.
  4. Tidak menghalanginya tetap kritis dalam menyampaikan gagasan.

 

Kisah-kisah sahabat dalam ekspresi rasa malu:

  1. Seorang budak merasa malu jika karunia yang Allah berikan hanya dinikmati sendiri. Dia selalu berbagi, walau itu kepada seekor anjing.
  2. Seorang miskin yang dekat dengan pejabat,tidak mau meminta bantuan kepada pejabat itu, karena malu kepada Allah, minta kepada selainnya.
  3. Ustman adalah seorang sahabat yang sangat pemalu dan santun, sehingga Rasulullah sangat memuliakannya, bahkan malaikatpun malu kepada Utsman.
  4. Asma binti Abu bakar menolak dibonceng unta Rasulullah, karena malu, dia memilih untuk tetap membawa bebannya. Dia tahu suaminya akan cemburu, jika dia menerima tawaran itu.
  5. Seorang gadis yang dilamar sangat bahagia, dan ekspresinya dengan diamnya.

 

Hasil jika rasa malu terpelihara dalam diri seseorang:

  1. Iffah, terjaga dari perbuatan yang tidak disukai Allah
  2. Amanah terhadap semua karunia Allah
  3. Izzah, memiliki harga diri, disegani orang lain.
  4. Selamat dunia akhirat.

 

Add Comment