Ngupi Bebakhong

2 Agustus 2017

Setelah sholat dan istirahat, kami bersiap ke kawasan Sekuting Terpadu, ingin menyaksikan acara ngupi bebakhong yang menjadi salah satu acara di festival Sekala Brak.

Seperti pada umumnya acara pameran, pengunjung malam hari lebih ramai daripada siang hari, mungkin terkait dengan hari kerja.

Keindahan lokasi pameran nampak lebih cantik dengan nyala lampu aneka warna.

Di panggung, tampilan musik mengisi acara sebelum ngupi bebakhong secara resmi dibuka oleh pejabat setempat.

Apa sih, ngupi bebakhong? Itu bahasa Lampung dari ngopi bareng/bersama.

Ada tradisi di masyarakat, di mana ngopi bersama menjadi salah satu silaturahim di antara mereka, itu sebabnya tradisi ini dipertahankan, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai sosial yang sering menghasilkan kesepakatn-kesepakatan untuk kebaikan masyarakat.

Sambil menunggu acara dimulai, saya sempatkan memotret jenis-jenis hidangan yang disediakan, sambil mencari informasi yang dibutuhkan, sehingga tahu siapa yang menjadi salah satu sponsor acara tersebut. 

 

Segera saya hampiri stand Mr. Zian kopi luwak, sebagai penyedia kopi malam itu. Alhamdulillah, bertemu dengan ownernya langsung, sehingga bisa menuntaskan keingintahuan tentang kopi luwak.

Acara di mulai dengan simbolis, dimana salah seorang pejabat daerah menyeduh secangkir kopi yang kemudian dilelang, di mana hasilnya disumbangkan untuk kepentingan amal.

Setelah itu, acara dilanjutkan  minum kopi dan makan bersama, dimana pemerintah daerah memfasilitasi dengan menyediakan kopi dan makanan gratis untuk masyarakat yang hadir.

Berbagai jenis penganan disajikan, ada kue-kue, tekwan, somay, dsb.

Sekali lagi, saya mengunjungi stand-stand pameran yang kemarin belum sempat dikunjungi. Salah satunya di stand kesehatan, dimana difasilitasi pemeriksaan darah secara gratis.

Alhamdulillah, bagus semua.

O ow! Baru saya ingat, bukankah tadi siang saya demam, berlanjut sore hari?

Kenapa justru saya merasakan sehat, tidak ada tersisa sedikitpun tanda-tanda demam tadi?

Hmm, jangan-jangan karena pengaruh kopi yang saya minum.

Ya, waktu di Ratu Luwak kami sempat mencicip satu cangkir kecil kopi luwak, ditambah di stand Mr. Zian.

Atau karena makan duren? Atau karena keduanya?

Ha ha ha, itu sih subyektif! Nah, yang penasaran tentang efek kopi, googling aja, yah.

Btw, semua saya syukuri sebagai sebuah karunia dalam, perjalanan kali ini, Alhamdulillah.

Add Comment