Pelatihan dan Uji Kompetensi Flebotomi

Senin, 9 Oktober 2017.

Hari ini saya mewakili Tapis Bloger meliput dan mereview kegiatan  Pelatihan Flebotomi Dasar & Uji Kompetensi, yang diadakan di Bandarlampung. Acara akan berlangsung dari tanggal 9 sd 14 Oktober, bertempat di Hotel Asoka Luxury, RS DKT dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo dan tempat kerja lainnya. Peserta adalah Ahli Teknologi Laboratorium Medik(ATLM) yang berasal dari Lampung, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung dan Banten, yang berjumlah 35 orang.

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Patelki Lampung.

Apa/siapakah Patelki ?

Patelki dibentuk/lahir pada tanggal 26 April 1986 di Jakarta, singkatan dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia, merupakan satu satunya organisasi resmi untuk analis kesehatan yang diakui oleh Kemenkes. Patelki berperan membina para anggota dalam meningkatkan kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu yang terus berkembang. Memiliki 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), setingkat propinsi dan 405 Dewan Pimpinan Cabang, setingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sedangkan DPW Patelki Lampung, resmi terbentuk pada 28 Mei 1995.

Saat ini DPW Patelki Lampung dikomandani oleh Sigit Mariyanto S.ST, M.Si, sedangkan DPC Patelki sudah berdiri di 13 kabupaten/kota dari 15  yang ada. Dua yang belum memiliki DPC, yaitu Pesisir Barat yang masih tergabung dengan DPC Lampung Barat dan Tanggamus yang bergabung dengan kabupaten Pringsewu.

Siapakah anggota Patelki?
Anggota mempunyai latar belakang pendidikan Menengah Analis Kesehatan (SMAK) atau Akademi Analis Kesehatan atau Akademi Analis Medis atau Pendidikan Ahli Madya Analis Kesehatan atau D4 Analis Kesehatan atau Pendidikan Tinggi yang menyelenggarakan Program Studi Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Kesehatan yang menyatakan diri sebagai anggota. Berdasarkan UU no 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, maka Analis Kesehatan telah berubah nama Menjadi Ahli Teknologi Laboratorium Medik, demikian juga untuk nama Patelki, menjadi Persatuan Ahli TEknologi Laboratorium mediK Indonesia.

Apa itu Flebotomi?

Intinya, aktivitas pengambilan sampel darah oleh tenaga terdidik untuk dianalisa. Flebotomist (tenaga yang melakukan flebotomi) merupakan ujung tombak yang menentukan kesuksesan analisa darah pasien. Kesalahan dalam flebotomi, berakibat pada kurang akuratnya hasil analisa darah yang dilakukan.

Itu sebabnya, kompetensi flebotomist harus terus ditingkatkan seiring perkembangan ilmu kesehatan, juga terus bertambahnya penemuan alat-alat analisa oleh para ahli.

Tujuan dilakukannya pelatihan adalah meningkatkan kompetensi dan sertifikasi tenaga flebotomist, supaya masyarakat mendapat pelayanan yang adil, dalam pengertian, dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya.

Peserta yang lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikas Profesi (LSP) PATELKI sebagai legalitas melayani masyarakat sesuai kompetensi nya.

Terkait dengan alat-alat kesehatan yang bebas dijual, seperti alat cek darah digital, hal itu tidak terlarang digunakan untuk pribadi atau keluarganya. Misalnya, seseorang yang mengalami gejala dan pernah diperiksa ternyata memiliki kadar gula darah/ kolesterol/ asam urat di luar ukuran normal, bisa menggunakan alat-alat tersebut untuk mengontrol. Jika digunakan untuk pemeriksaan umum dan dilakukan oleh tenaga yang tidak bersertifikasi, maka termasuk praktek ilegal.

Pernah saya temui seorang sales produk kesehatan, menggunakan sebuah aplikasi untuk melakukan pemeriksan umum. Menurut penjelasannya, alat tersebut hasil penemuan seorang ahli yang telah diakui keakuratannya. seluruh aspek tercover, dari kondisi darah, tulang, semua organ dan sistem jaringan tubuh. Bermodalkan pelatihan mengoperasikan alat tersebut selama satu atau dua hari, seorang sales yang tidak punya latar belakang pendidikan analis kesehatan sedikitpun, berani melakukan pemeriksaan dan analisa berdasarkan laporan komputerisasi alat tersebut.

Dimana letak bahayanya?

Ketika seorang klien memiliki mental mudah panik, karena bisa dipastikan dalam setiap diri manusia ada kondisi kurang sesuai dengan standar sehat, entah di bagian yang mana, maka sangat mungkin yang bersangkutan merasa panik dan memicu stress.

Akibatnya?

Jadi bahan pemikiran dan kekhawatiran yang mengganggu dan sangat mungkin justru membuatnya menjadi merasa sakit atau dia akan memborong produk kesehatan yang direkomendasikan, dan tentu itu adalah produk yang dijualnya.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik bekerja sesuai permintaan, dalam hal ini rujukan dokter. Pasien berhak tahu, apa tujuan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terhadapnya, juga berkewajiban menjalankan hal-hal yang diminta dokter, misalnya puasa sebelum diambil sampel darahnya. Pasien boleh bertanya perihal hasil pemeriksaan, flebotomist boleh menjawab sebatas kewenangannya, karena yang berhak penuh menyimpulkan dan menjelaskan adalah dokter yang memberikan rujukan.

Flebotomist adalah orang pertama yang berhadapan dengan pasien dalam rangkaian analisa laboratorium, sehingga dituntut untuk memiliki kompetensi yang terkait dengan pasien yang berbeda-beda. Dia harus paham bagaimana memperlakukan pasien bayi, anak-anak, dewasa ataupun lanjut usia dengan berbagai kondisinya, untuk suksesnya pengambilan sampel darah.

Semoga dengan pelatihan dan pembinaan rutin yang dilakukan Patelki kepada anggotanya, semakin meningkatkan mutu pelayanan pemeriksaan laboratorium di seluruh Indonesia.

Add Comment