Penulis Perjalanan; Jelajahi Dunia dan Tulis Ceritamu.

Penulis Perjalanan

Agustinus Wibowo, Penulis Perjalanan

Perpusnas, 8 April 2018, Penulis Perjalanan Jelajahi Dunia dan Tulis Ceritamu.

Nonfiksi kreatif, genre baru tulisan abad 20. Sebuah jenis penulisan berdasarkan fakta yang disampaikan dengan gaya cerita. Kisah perjalanan merupakan contoh dari genre ini, sebuah tulisan nonfiksi yang fokus pada tempat.

Agustinus Wibowo mengawali paparannya di kelas terakhir yang saya ambil, di hari kedua gelaran GWRF.

Pengalamannya yang luar biasa dalam menjelajah dunia ditambah latar belakang sebagai jurnalis, tentu saja menjadikan tulisannya sangat bernas, berdasarkan fakta hasil survey dan riset yang sungguh-sungguh. Hal itu sangat memanjakan pembaca.

Demikian juga paparannya, menarik sekali dan membuat saya betah berlama-lama sampai beliau menyelesaikan paparan dan menjawab pertanyaan peserta yang sangat antusias.

 

Slide yang disampaikan begitu detail, sangat menolong peserta untuk fokus pada paparannya dan memanfaatkan kamera hp untuk mengabadikan materi yang dijelaskan. Saya suka gaya seperti ini, cocok untuk yang butuh waktu pengendapan dalam menyerap informasi sampai tahap memahaminya. Terkadang, saya ikut workshop yang narasumbernya menyampaikan materi penting, tetapi tidak tertuang di slide dengan lengkap, mencatatpun tidak sempat. Lebih repot kalau temanya jauh dari keseharian kita. Jangan heran, kalau keluar ruangan tidak menambah pemahaman dan pulang tanpa oleh-oleh.

Baiklah, saya akan berbagi materi yang disampaikan Agustinus Wibowo, semoga bermanfaat.

Mitos tentang penulis perjalanan:

  1. Penulis perjalanan selalu jalan-jalan. Ini mitos, karena tidak setiap perjalanan adalan jalan-jalan (rekreasi/bersenang-senang)
  2. Perjalanan = liburan, tidak setiap tulisan perjalanan merupakan review liburan.
  3. Editor selalu haus tulisan perjalanan dari penulis pemula.
  4. A destination is story.
cafe perpusnas

Salah satu fasilitas di lantai 1 perpusnas, cafe.

Pada kenyataannya, untuk destinasi yang sama, setiap penulis perjalanan mampu mempersembahkan tulisan dan sudut pandang berbeda. Supaya berbeda, maka setiap penulis perjalanan:

  1. Punya pertanyaan menarik tentang destinasi tersebut.
  2. Melibatkan diri dengan situasi setempat.
  3. Menggali dari sudut tertentu tentang destinasi itu.
  4. Mencari hal-hal yang bertentangan untuk menimbulkan konflik, misalnya arsitektur bangunan cenderung kemana dan apa alasannya. Dua sudut yang bertentangan dan dibenturkan akan menjadi story yang menarik.
perpustakaan anak

Salah satu standing banner di perpustakaan anak

Cerita perjalanan yang baik berasal dari perjalanan yang baik, yaitu:

  1. Perjalanannya mempunyai tujuan (seperti detektif: menyiapkan pertanyaan dan sudah punya ide mau melakukan apa)
  2. Pengalaman yang mendalam (melibatkan setiap indra).
  3.  Lakukan komunikasi dengan orang-orang yang ditemui selama perjalanan, terutama penduduk lokal.
  4. Lakukan observasi mendalam dengan daya kritis tinggi.
  5. Riset sebelum perjalanan dan sesudahnya.
  6. Jujur (apa adanya, bukan menulis yang diinginkan, obyektif,bila perlu lepaskan identitas kita.

Kontemplasi

  1. Dalam cerita perjalanan, penulis perlu menterjemahkan pengalamannya pada pembaca.
  2. Pertanyaan pertama adalah: apakah makna ini bagi saya? Apa yang perlu pembaca tahu?
  3. Penulis perlu kontemplasi untuk memahami makna perjalannya, sebelum bisa menyampaikannya untuk pembaca.
  4. Kontemplasi mungkin terjadi saat di tengah perjalanan, tetapi yang paling mungkin adalah ketika duduk diam dan berpikir tenang.

Biasanya, sebuah kontemplasi akan memunculkan quote unik dari penulis, contoh:

Kau pergi jauh untuk sekian lama dan kau akan kembali sebagai manusia yang berbeda. Kau tidak akan pernah sama lagi dengan dirimu yang dulu. ( Dark Star Safari)

Perjalanan adalah kondisi batin. Perjalanan tidak ada hubungannya dengan keberadaan atau keeksotisan. Perjalanan hampir seluruhnya adalah pengalaman jiwa. (Fresh Air Fiend)

Rahasia menulis bagus:

  1. Sebelum mulai, siapkan tema, premis, peta memori, struktur.
  2. Berikan izin pada dirimu untuk menulis seburuk-buruknya, maksudnya, tulisan jelek di awal itu normal.
  3. Ernest hemingway,” The first draft of anything is shit.”
  4. Writing is revising.

Kesimpulan:

  1. Tidak ada hal yang baru
  2. Jangan pernah meremehkan pembaca
  3. Kontrak non fiksi berarti, TIDAK BOLEH ADA KEBOHONGAN SATU PUN.
  4. Jangan berhenti sebelum mulai.
  5. Travel more, read more, write more.
serangga kapal

Salah atu jenis serangga penunggu kapal selalu saya temukan.

Alhamdulillah, hampir waktu maghrib saya baru keluar kelas. Dengan eskalator, saya segera ke lantai satu. Ruang loker sudah tak ada petugas, saya letakkan saja kuncinya di meja. Izzah dan Syahid menunggu di loby, terlihat Syahid tidur di sofa.

Khawatir perpustakaan segera tutup, kami memutuskan sholat di stasiun gambir, di pool Damri. Kemarin, saat datang kami sudah memesan tiket Damri, karena lebih praktis. Dari perpusnas, naik grab car, menunggu keberangkatan bis di stasiun Gambir sambil mencari makan malam. Tinggal satu tahap lagi, naik bis, berusaha tidur di perjalanan, pindah ke kapal dan pasti tidak bisa tidur di kapal. Saya sudah hafal, belum pernah ketemu kapal yang di dalamnya tidak ada serangga kecil sejenis kecoa. Khawatir, kalau tidur, ada yang menelusup ke dalam pakaian, ngeri, kan? Setelahnya naik bis lagi, berusaha melanjutkan tidur, walau sulit pulas, sampai di pool Damri Rajabasa menjelang atau saat Subuh, suami menjemput di sana. He he he, walaupun tidak rutin, tapi perjalanan seperti itu sudah sering saya lakukan.

Baca juga Meet with The Editors dan Tips Memilih Sekolah. 

Add Comment