Peran Puasa dalam Membangun Karakter Anak (bag 2)

Lanjutan dari tulisan Peran Puasa dalam Membangun Karakter Anak I

  1. Taat

Karakter yang diharapkan terbangun dengan pendidikan puasa yaitu taat, yang mana ketaatan itu nanti akan menghasilkan Taqwa.

Manusia sebagai seorang hamba, sebagai ciptaan Allah, memang seharusnya memiliki ketaatan, kalau ingin hidupnya baik dan selamat. Ketika puasa ini dijadikan sebagai sebuah kewajiban, tanpa adanya karakter ketaatan maka dia tidak mau melakukan. Dengan berpuasa kita melatih diri, juga anak-anak itu untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Ketika kita taat dengan satu kewajiban, maka insya Allah bermanfaat juga untuk melakukan kewajiban-kewajiban yang lain.

Jadi kita akan terbiasa taat kepada apa yang Allah perintahkan dan kita terbiasa untuk menjauhi apakah yang Allah larang.

peran puasa dalam membangun karakter anak

ikhlas artinya melakukan sesuatu semata karena taat kepada Allah, mengharap penilaian dan balasan hanya kepada Allah.

  1. Ikhlas

Karakter kedua yang kita harapkan terbangun dengan ibadah puasa ini adalah karakter ikhlas.
Bagaimana kita mengharapkan diri kita sendiri juga anak-anak menjadi manusia-manusia Ikhlash.

Salah satu syarat diterimanya berpuasa itu adalah niat yang ikhlas, jadi kita sudah diajarkan ketika mau berpuasa untuk Allah, niatkan untuk ketaatan kepada Allah, bukan niat-niat yang lain.

Nah di sini kadang-kadang kita sering lupa  menyampaikan atau mengingatkan hal ini kepada anak-anak.

Saat mereka sedang berlatih puasa, sering sekali kita memberikan reward atau hadiah tertentu. Hadiah untuk motivasi agar mereka giat berpuasa, sehingga itulah yang menjadi orientasi anak-anak untuk rajin dan mau berpuasa.

Bukankah memang berat puasa untuk anak-anak, bahkan sangat berat? Namun dengan motivasi hadiah itu mereka biasanya lebih bersemangat.

Nah, jangan sampai kita sebagai orang tua lalai. Jangan sampai kita lupa menyampaikan kepada anak bahwasanya seberapapun hadiah yang mampu kita berikan kepada mereka karena mau berpuasa, itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan hadiah yang sudah Allah siapkan. Disini kita tanamkan kepada anak bahwasanya kita berpuasa itu hanya karena taat kepada Allah. Karena Allah, ya Allah itu sudah menyiapkan begitu banyak hadiahnya.

Ketika kita membiasakan anak untuk benar dalam niat puasa, maka insya Allah untuk urusan urusan yang lain, mereka akan terbiasa dengan memasang niat sebelum melakukan kebaikan. Kita juga harus selalu ingatkan ketika mereka melakukan kebaikan, awali dengan basmallah. Kita ingat kan niatnya gimana kalau mau cuci piring, menyapu, dll.  Jangan sampai lelah kita melakukan itu tidak bernilai karena niatnya yang tidak benar.

peran puasa dalam membangun karakter anak

kondisi kekuatan, kesehatan dan kemampuan manusia berbeda-beda, Allah memberikan keringanan kepada yang tidak mampu melakukannya

  1. Toleransi

Puasa juga mengajarkan kita toleransi, dengan puasa kita mengharapkan anak-anak atau diri kita menjadi pribadi toleran juga. Allah saja memberikan keringanan untuk orang-orang yang tidak sanggup melakukan puasa dengan sempurna. Ada yang kondisinya memang lemah. Ada yang sakit. Ada yang dia mungkin dengan berbagai alasan mendapatkan rukhshoh sehingga ada kesempatan untuk orang-orang yang memang sangat sangat berat itu untuk tidak puasa di bulan Ramadan,  tetapi menggantinya di bulan lain atau dengan mengganti atau membayar fidyah.

Kenapa seperti itu? Supaya  tetap mendapatkan pahala dari puasa itu. Kan kalau kita diperintahkan puasa tidak melakukan, kita tidak mendapat pahala bahkan mendapatkan dosa karena tidak melakukan perintah Allah. Jadi di sini secara teknis pelaksanaan benar-benar kita diberi toleransi, tetapi tetap diberi kesempatan untuk mendapatkan keutamaan atau mendapatkan pahala dari puasa itu. Nah disinilah kita sedang menjadi manusia-manusia toleran bahwasannya kita tidak bisa orang lain itu sama dengan kita, harus berapang dada.

Harus kita latih  berusaha untuk memahami orang lain,  insya Allah kita akan menjadi pribadi-pribadi yang mudah memberi kelonggaran .

peran puasa dalam membangun karakter anak

tidak setiap muslim berkesempatan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini, sebuah kesempatan yang harus disyukuri, bisa berinteraksi dengan Al Qur’an dan mendapat petunjuknya

  1. Bersyukur

Puasa membangun karakter menjadi pribadi yang selalu bersyukur.

Bagaimana bisa begitu? Apa kaitanya antara puasa dengan manusia yang selalu bersyukur?

Di ayat-ayat yang kita pelajari tadi, dikatakan bahwasanya kita mendapatkan petunjuk.

Dalam buku tafsir Fi zhilalil Qur’an, kita bersyukur kepada Allah karena mendapatkan petunjuk. Jadi petunjuk atau Hidayah yang dimaksud disini adalah tergeraknya hati kita untuk taat kemudian mau melakukan kewajiban puasa.

Di tafsir Al Misbah, dikatakan bersyukur di sini ada kaitanya dengan, kita akan mendapatkan petunjuk ketika di bulan Romadhon banyak membaca dan mempelajari Alquran, karena Ramadhan adalah bulan Al-Quran dan sangat dianjurkan untuk membaca dan mempelajarinya.

Dengan begitu diharapkan, kita memperoleh petunjuk.

Hidayah / petunjuk atau pemahaman tentang Alquran ini merupakan sebuah karunia yang luar biasa dari Allah. Tidak semua kita diberi kemudahan diberi petunjuk untuk memahami agama.

Dari Mu’awiyah ra. Rasulullah Saw. Bersabda,”Apabila Allah Subhanawata’ala menghendaki kebaikan pada seseorang, Dia akan memberinya pemahaman agama. Aku hanyalah orang yang menyampaikan, tetapi Allah yang memberikan pahala. Dan ingatlah bahwa umat ini akan tetap mengikuti perintah-perintah Allah dan mereka tidak akan pernah dikalahkan orang-orang yang menentang mereka hingga datangnya hari kiamat.” (HR Bukhori)

Baca juga: Ramadhan bulan ibadah

peran puasa dalam membangun karakter anak

puasa melatih kesabaran: menahan lapar, menanti saat berbuka, tidak marah

  1. Sabar

Ashiyam mempunyai pengertian menahan diri.

Di salah satu hadits dikatakan, bahwasanya bagi pemuda-pemuda yang sudah sudah ingin menikah tapi belum mampu, dianjurkan untuk berpuasa untuk bisa mengendalikan nafsunya.

Orang yang bisa menahan dan mengendalikan diri adalah orang-orang yang dalam dirinya itu punya kesabaran, punya karakter sabar dan inilah memang yang harus kita latih terus. Salah satunya dengan berpuasa.

Sabar merupakan karakter yang luar biasa. Kita akan menjadi lebih baik dan mampu menjalani kehidupan ini dengan kuat ketika memiliki kesabaran. Sabar ini menjadi penolong bagi kita, selain sholat.

Wahai orang-orang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabra dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabra (QS. Al-Baqoroh: 153)

Baca juga: Beri Kesempatan Anak Berlatih Survive

peran puasa dalam membangun karakter anak

puasa melatih kedisiplinan anak

  1. Disiplin

Ibadah Puasa merupakan ibadah yang sangat terkait dengan masalah batasan waktu.

Kapan kita mulai puasa.

Kapan mulai bulan Romadhon.

Kapan berakhirnya bulan Ramadhan.

Kapan harus berhenti melakukan aktivitas yang dilarang bagi orang berpuasa.

Kapan kita boleh melakukannya, jadi ada batasan saat mulai kemudian batasan selesainya saat senja atau maghrib.

Ketika kita tidak taat dengan batasan waktu yang sudah ditentukan, maka puasa gagal.

Puasa sangat terkait dengan kepiawaian kita mengelola waktu. Kita dilatih untuk tidak  menggunakan waktu seenaknya, semaunya aja. Semuanya ada batasannya, semua ada aturannya. Seperti halnya salat, juga dengan puasa.

peran puasa dalam membangun karakter anak

puasa melatih kita memilih, mana yang harus didahulukan, terkait keterbatasan waktu, sedangkan begitu banyak amal sholih yang bisa kita lakukan

  1. Pandai membuat skala prioritas

Dengan keutamaan Ramadan kita membiasakan diri membuat skala prioritas. Dengan banyaknya keutamaan, kita benar-benar berusaha untuk memanfaatkan memanfaatkan sebulan dalam setiap tahun.

Sudah berapa kali kita bertemu dengan bulan mulia ini?

Adakah kemajuan-kemajuan setiap tahunnya?

Sudah pandaikah kita membuat skala prioritas, yang itu akan berdampak kepada bagaimana kita mengelola kehidupan?

Dalam hidup ini, mana yang kita dahulukan mana yang kita akhirkan?

Disini kita sedang  dilatih oleh Allah, membuat skala prioritas dalam banyak hal.

Misalnya terkait dengan pikiran, mana hal-hal yang memang perlu kita pikirkan sungguh-sungguh dan mana yang akan kita abaikan. Jangan sampai habis waktu memikirkan urusan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan dan tanggung jawab kita.

Kemudian dari sisi memilih kegiatan. Setiap kita punya bakat yang unik. Setiap kita punya tanggung jawab masing-masing , artinya kita punya skala prioritas yang berbeda. Jangan mudah terpengaruh oleh orang atau sesuatu yang sedang viral.

Hidup ini sebentar, jangan sampai waktu kita terbuang sia-sia.

 

Add Comment