Persiapan Sebelum Bepergian Sekeluarga Menggunakan Mobil Pribadi

persiapan sebelum bepergian sekeluarga

serunya bepergian sekeluarga

Persiapan sebelum bepergian sekeluarga menggunakan kendaraan pribadi.

Bepergian sekeluarga? Wah, pasti seru.

Tentu ini momen langka, kecuali keluarga tersebut memang memilih gaya hidup berpetualang, seperti keluarga Gen Halilintar.

Bagi yang jarang melakukan, tentu butuh persiapan yang cermat sebelumnya, terutama yang memiliki bayi dan balita. Kami baru saja melakukannya, perjalanan selama 7 hari dengan jumlah rombongan, 4 orang dewasa, 2 remaja, satu anak 8 tahun, bayi usia 18 bulan dan 3 bulan.

Apa saja yang termasuk persiapan sebelum bepergian sekeluarga?

Membuat perencanaan

Dalam membuat perencanaan, hal yang harus diperjelas adalah tujuan utama dari perjalanan, di samping beberapa tujuan  pendamping yang menyertainya.

Tujuan utama merupakan tolak ukur kesuksesan sebuah perjalanan, sedang tujuan pendamping, bisa disesuaikan dengan kondisi di perjalanan.

membuat perencanaan sebelum bepergian

Boyolali, tujuan utama perjalanan

Contoh : Kemarin kami melakukan perjalanan panjang dengan tujuan utama, berkumpul sekeluarga setelah 5 tahun tidak bertemu dengan anak kedua yang belajar di Turki. Pertemuan keluarga bertempat di Boyolali, karena anak ketiga dan keempat mondok di sana. Sedangkan tujuan pendamping, bersilaturahim ke beberapa saudara di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jogja.

Dalam sebuah perjalanan panjang, sayang kalau hanya satu tempat yang dituju. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ini juga harus direncanakan, walaupun tetap memperhatikan skala prioritas yang disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

membuat perencanaan sebelum bepergian

kunjungan ke masjid Jogokariyan

Selain ke tempat saudara, kami juga punya niat untuk sekalian mengunjungi tempat wisata yang dilewati atau yang dekat dengan tempat yang kami singgahi. Alhamdulillah, kemarin berkesempatan mengunjungi masjid Jogokariyan di Jogjakarta, anggap saja sebagai wisata religi. Kemudian ke Borobudur. Oh, ya, sebelumnya kami mampir ke Alun-Alun Kidul Boyolali menikmati beberapa kuliner dan keliling menggunakan sepeda becak. Nah, yang terkhir tidak termasuk dalam perencanaan awal, hanya kebetulan ada perlu mengatur barang dalam mobil, dicarilah tempat keramaian, sehingga menunggu sambil wisata.

persiapan sebelum bepergian sekeluarga

megahnya Borobudur di sore hari

Berapa lama perjalanan akan dilakukan, terkait dengan berapa banyak pakaian yang harus disiapkan. Kemarin, rencana kami perjalanan selama 5 hari,tetapi beberapa kejadian tak terduga dalam perjalanan,membuat waktu ditambah sehingga menjadi 7 hari, sedangkan pakaian hanya disiapkan untuk lima hari, walaupun sudah disiapkan cadangan untuk satu hari. Alhamdulillah, di antara oleh-oleh yang dibeli, ada pakaian yang bisa dipakai untuk ganti, walaupun belum dicuci.

Menghitung perkiraan biaya yang dibutuhkan, termasuk dalam persiapan sebelum bepergian sekeluarga.

Ini hal penting lainnya. Walaupun tidak detail, setidaknya ada hitungan yang mendekati tepat sesuai survey yang dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan.

Apa saja biaya yang dibutuhkan:

  1. Jika menggunakan kendaraan milik sendiri, perhitungkan biaya untuk mempersiapkan kendaraan dalam kondisi fit, lebih baik lagi lakukan cek kondisi kendaraan di bengkel langganan.
  2. Sewa kendaraan, bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Berapa sewa perhari untuk keperluan perjalanan yang direncanakan. Cari mobil dengan kondisi baik, dilihat dari usia produksinya dan irit BBM, biasanya yang berbahan bakar solar. Perhatikan juga daya tampungnya dan sesuaikan dengan jumlah personil yang akan pergi juga barang-barang yang akan dibawa.
  3. Biaya BBM, survey berapa kebutuhannya sesuai jarak tempuh.
  4. Biaya kapal, jika menyeberang.
  5. Biaya tol, berapa kali melalui pintu tol, bila perlu riset google atau bertanya pada yang berpengalaman.
  6. Biaya makan, minum, snack, dll. Upayakan penghematan biaya dengan menyiapkan bekal yang mungkin atau berbelanja di tempat-tempat yang tidak terlalu mahal.
  7. Biaya penginapan, jika dibutuhkan.
  8. Biaya untuk membeli oleh-oleh, bila perlu.
  9. Biaya lain-lain, seperti tiket masuk lokasi wisata, parkir, pak ogah, toilet, dsb.
  10. Biaya tak terduga.

Pengalaman kemarin, dalam rencana, tak ada anggaran biaya sewa hotel, karena tidak ada rencana menginap di hotel atau penginapan berbayar, karena sudah ada tempat singgah yang bisa menginap di sana sekaligus bersilaturahim. Di luar dugaan, satu anak diare, dua bayi rewel, sopir kecapean, jarak masih jauh dari tempat singgah yang direncanakan. Demi keselamatan dan kesehatan, diputuskan menginap di hotel terdekat dan itu berarti menambah pengeluaran hampir sejuta untuk menyewa tiga kamar.

persiapan sebelum bepergian

Adakalanya kita harus membuat keputusan mendadak

Selain itu, ada sedikit musibah yang kami alami, menjelang belokan sebelum masuk tol, sebuah tronton berbelok terlalu mepet dan mengakibatkan pojok bak bagian belakang menggores mobil kami di bagian depan sebelah kiri, akibatnya, lampu sen kiri hancur, sedikit penyok di pintu bagian depan. Sengaja kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa mengurus ganti rugi, walaupun ada polisi di tempat kejadian, khawatir memperpanjang urusan dan menambah waktu.

Bertambah lagi biaya tak terduga untuk ketok magic dan spion bekas, sekedar bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih aman, sebesar 300 ribu. Sesampainya di rumah, dan membicarakannya dengan pemilik mobil, kami menanggung biaya cat mobil 300 ribu dan klaim asuransi spion 300 ribu rupiah, total 900.000.

Persiapkan dana cadangan, seperti simpanan di atm yang bisa diambil saat dibutuhkan atau seseorang yang siap dihubungi untuk transfer saat kondisi membutuhkan.

Hal-hal yang tak diinginkan tetapi sering terjadi dalam perjalanan

Berikut adalah yang kami alami, sebagai gambaran. Orang lain, mungkin tidak mengalaminya, tetapi ada juga yang mengalami lebih beragam dari hal ini.

  1. Sopir kelelahan. Lelah dalam perjalanan itu pasti, tetapi adakalanya kelelahan sopir sampai mengganggu perjalanan yang dilakukan. Dalam perjalanan jauh dan lama, biasanya disiapkan sopir pengganti, agar perjalanan terus berlangsung, sopir dapat istirahat secukupnya. Sebenarnya, dalam perjalanan kemarin, ada dua orang yang bisa menyetir, hanya saja sopir utama tidak mau digantikan dengan banyak pertimbangan yang kami bisa terima, akibatnya, waktu perjalanan bertambah, karena menunggu sopir beristirahat, terutama tidur saat mengantuk sudah tidak mampu di tahan.
  2. Penumpang ada yang sakit dalam perjalanan, seperti mabuk kendaraan, muntah-muntah, sakit kepala atau diare. Muntah dan diare tentu tidak bisa ditahan, terutama diare, kendaraan harus sering berhenti di tempat yang ada toilet, entah itu rest area, pom bensin atau toilet umum.
  3. Bayi rewel berkepanjangan, ini juga sangat mengganggu perjalanan dan untuk sopir tertentu, bisa saja mengganggu konsentrasi dan membahayakan seluruh penumpang. Disarankan untuk berhenti agar sang ibu bisa menenangkannya dulu, sekalian penumpang lain beristirahat.
  4. Kecelakaan. Siapa yang menginginkan musibah? Tapi kenyataannya perjalanan jauh dan lama sangat sulit menghindari sama sekali kecelakaan, walaupun kecil dan tidk begitu membahayakan. Walau tak diinginkan, tetapi tetap saja dipikirkan, agar siap mengatasinya jika terjadi sesuatu di perjalanan. Dalam perjalanan kami kemarin, dua kali mengalami kecelakaan kendaraan, yang pertama disrempet tronton yang menyebabkan lampu sen lepas dan sebagian body mobil penyok dan yang kedua, menabrak pembatas jalan di tol, saat sopir ngantuk. Alhamdulillah, seluruh penumpang baik-baik saja, hanya sempat berteriak spontan karena terkejut.

Barang-barang kecil yang sering terlupakan

Beberapa barang kecil yang sering terlupakan, padahal sangat diperlukan dalam perjalanan:

  1. Surat-surat kendaraan dan SIM serta tanda pengenal lainnya.
  2. E-money untuk keperluan membayar tol, dll.
  3. Uang pecahan untuk tips tukang parkir dan bayar toilet
  4. ATM yang berisi saldo.
  5. Pulsa dan kuota internet.
  6. Hp dan chargernya serta power bank.

Demikian persiapan sebelum bepergian sekeluarga menggunakan mobil pribadi dan catatan dari perjalanan selama 7 hari, semoga bermanfaat untuk yang sedang merencanakan perjalanan keluarga.

5 Comments

  1. Anggun Josie Pasemawati Juli 16, 2018
  2. Bowo Susilo Juli 16, 2018
    • nenysuswati123 Juli 18, 2018
  3. Viagracheap Juli 16, 2018
    • nenysuswati123 Juli 18, 2018

Add Comment