Selera Kopi

Kopi bisa menjadi sumber inspirasi yang tak habis digali bagi seorang seniman, utamanya penulis, lebih spesifik lagi, sastrawan.

Bagi penikmat kopi sejati, sedikit beda sqja sudah mampu mengendusnya, entah itu dari aromanya, rasa ataupun tampilan penyajian.

Tentu beda kelas kopi sachet harga seribuan dengan kopi sajian cafe, wajar saja, karena proses membutuhkan biaya, apalagi untuk pemuasan selera.

 

Saya?

Ha ha ha, saya manusia simpel yang tidak sempat memikirkan masalah kelas-kelas selera, tapi bergaul dengan teman-teman yang mengerti itu, tentu saja asyik, seprti melihat dunia dari sudut pandang berbeda, ups!

Sebagai peminum kopi yang tidak terlalu memperhatikan detil kenikmatannya, tentu saja heran saat masuk cafe yang menjadikan kopi sebagai hidangan utamanya, juga saat mengintip buku menu yang menampilkan daftar hidangan dan harga per itemnya. Dalam hati tertawa, saat membayangkan warung kopi di pangkalan ojek atau pasar tradisional.

Huft!

Diakui atau tidak, dunia memang berkelas-kelas.

Di sinilah kejelian seorang enterpreuner  dalam membaca peluang.

Dari bahan yang sama, biji kopi, dia mampu menggali dan mengolahnya menjadi sajian yang berbeda dan lebih berkelas. Sasarannya adalah orang-orang berduit yang sanggup membeli kenikmatan untuk memenuhi seleranya.

Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan Lampung yang sudah dikenal sejak lama. Berbagai jenis kopi dihasilkan di sini. Salah satu putra Lampung yang jeli membaca peluang bisnis ini adalah Ibu Isna, owner Cikwo cofee and resto  yang membuka tempat usahanya di kota Sepang, dekat flyover Way Halim.

Berbagai minuman, cemilan dan hidangan khas Lampung tersaji cantik di sana. Tentu ini sangat menarik untuk yang ingin lebih dalam mengenal selera Lampung yang sudah dipadu dengan gaya modern.

Kerennya, di sini pengunjung bisa menyaksikan penyajian kopi berawal dari bahan bakunya, biji kopi dan bahan campurannya. Aroma biji kopi yang sedang dihaluskan, menguar memenuhi ruangan, membangkitkan sensasi yang khas.

Tempatnya?

Lumayan untuk santai atau meeting dengan jumlah terbatas.

5 Comments

  1. Rinda Gusvita Februari 19, 2017
    • nenysuswati123 Februari 19, 2017
  2. fitri restiana Februari 19, 2017
  3. Keliling Lampung Maret 16, 2017

Add Comment