Shalat di Perjalanan

tmpdoodle1483139829529

Hukum Allah bukan untuk dipeerdebatkan, bukan?

Ya! Peraturan itu dibuat Allah untuk dipelajari dan diamalkan oleh manusia sebagai ibadah.

Salah satu contohnya adalah shalat.

Sebagai Muslim kita dilarang meninggalkan sholat fardhu, itu sebabya Allah mempersiapkan beberapa keringanan dalam pelaksanaannya sesuai dengan kondisi.

tmpdoodle1483139758115

Salah satu kondisi yang jadi alasan sebagian kita meninggalkan sholat adalah perjalanan yang panjang.

Di zaman modern ini, begitu banyak pilihan cara dan alat transportasi yang bisa dipilih sesuai dengan keperluan perjalanan, tempat tujuan dan keuangan yang dimiliki.

Bagi yang memiliki biaya cukup dan lokasi tujuan dekat dengan bandara, pesawat merupakan alat transportasi yang sering dipilih, dengan pertimbangan tidak terlalu lelah dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama. Untuk urusan shalat, relatif lebih mudah dilakukan, asal cermat memperhitungkan waktu.

Alternatif lain, dengan mobil pribadi atau rental. Biasanya dipilih untuk pergi rombongan, atau tempat yang di tuju jauh dari bandara. Bisa juga karena perjalanan dengan beberapa tempat tujuan.  Dengan cara inipun, masalah sholat tidak sulit. Di Indonesia, masjid dan mushola sangat mudah di dapatkan sepanjang jalan umum.

tmpdoodle1483139638640

Perjalanan dengan bis biasanya dipilih dengan berbagai alasan, seperti, biaya relatif lebih murah, tempat tujuan lebih mudah atau hanya bisa ditempuh dengan bis. Di sinilah, kemungkinan meninggalkan sholat akan sangat sering terjadi, terutama untuk yang memudah-mudahkan urusan agama, terutama wanita dengan segala kerempongannya.

Sebagai penumpang, kita tidak bisa sewaktu-waktu meminnta supir menghentikan bis untuk sholat. Perusahaan sudah menentukan kapan dan dimana bis berhenti untuk istirahat. Waktunya tidak bisa disesuaikan dengan waktu sholat, sehingga penumpang harus bisa menyesuaikan diri, saat berhenti, apa yang perlu dilakukan lebih dulu, karena  waktu istirahat biasanya sebentar.

Penumpang juga tidak bisa menentukan, rest area mana yang dipilih.

Di sinilah, begitu terasa manfaatnya kemudahan yang Allah berikan sehingga kita tidak meninggalkan shalat.

Kita bisa shalat di kendaraan dengan duduk dan tidak menghadap kiblat.

Kita bisa tayamum jika kesulitan berwudhu dengan berbagai alasan.

Kita bisa shalat jama’ qhasar.

Kita bisa shalat jama’ ta’dim atau ta’khir.

Bagaimana aplikasinya?

Pelajari tentang kajian fiqh shalat kemudian aplikasikan sesuai kondisi.

Tidak perlu membesar-besarkan perbedaan pendapat. Lakukan dengan yakin, selama ada dalilnya.

 

 

 

Add Comment