Sigap Menyikapi Peluang

TelMi atau TelAk?
 
Banyak hambatan dari dalam diri yang menyebabkan tertundanya kesuksesan bahkan kegagalan dalam perjalanan hidup kita.
 
Salah satunya adalah prinsip yang selama ini dipegang dan dijadikan alasan untuk mengambil sebuah tindakan, dan ini menjadi kebiasaan yang hampir mendarah daging.
 
Tidak mudah latah adalah salah satunya. Ada semacam anggapan atau ketidak nyamanan dalam diri kalau menjadi orang yang terkesan latah, padahal bisa jadi hal itu sesuatu yang baik untuk kehidupan kita.
 
Sesuatu yang kita anggap latah dan membuat tidak sreg di hati, bisa jadi justru sesuatu yang sangat membanggakan bagi orang lain karena merasa selalu update atau trendy.
 
Mungkin kita perlu mengevaluasi ulang prinsip ini, apakah masih perlu dipertahankan atau perlu dimodivikasi.
 
Sepertinya, yang perlu kita perhatikan bukan masalah prinsipnya, tapi obyek dari apa yang sedang ingin kita putuskan, ikuti atau tinggalkan.
 
Kalau yang sedang update dan kita pertimbangkan akan kita ikuti atau tidak itu bermanfaat, ya tidak perlu gengsi untuk mengikutinya, bahkan secara maksimal. Contohnya adalah kecanggihan teknologi yang terus meningkat dan berinovasi. Selalu hadir inovasi baru untuk sebuah jenis produk teknologi.
 
Salah satunya adalah sarana media sosial.
 
Ada orang-orang yang menolak bergabung dan menggunakan media sosial karena melihat dampak buruknya. Selalu sisi negatif dan kerugian yang menjadi fokusnya. Entah itu dari penggunaan waktu yang tergolong sia-sia dan tidak produktif, munculnya kasus-kasus kriminal yang bermula dari pertemanan di medsos, semakin maraknya fitnah yang membuat bingung dan pusing kepala, atau menganggapnya sebagai aktivitas yang tidak produktif.
 
Padahal, kalau kita mau sedikit saja bergeser mengalihkan fokus, begitu banyak sisi positif yang ada di medsos.
 
Salah satunya adalah internet marketing.
 
Bagi orang-orang seusia saya (50an) mungkin terseok-seok kalau mau mengikuti trend yang ini, sehingga menyebabkan penolakan di awal, merasa sudah terlalu tua untuk mengikuti. Padahal…kalau melihat hasil dari orang-orang yang sukses di bidang ini, hmm…pasti kepengen. 😀
 
Penolakan dari dalam ini yang membuat hambatan saat mulai mempelajarinya. Butuh kemauan kuat atau motivasi lain yang akan mendorong kita untuk memasukinya.
 
Motivasi itu bisa karena kebutuhan penghasilan yang mendesak, bisa juga karena iri melihat orang lain sukses dan ingin juga menikmati sukses di bidang itu.
 
Disadari atau tidak, kadang kita telat mikir (telmi) saat ada informasi yang sampai, tetapi kadang telat aksi (telak) yang pada intinya akan menyebabkan tertundanya kesuksesan yang bisa kita raih, bahkan kegagalan.
 
Dalam hidup, selayaknya kita sering melakukan evaluasi diri agar semakin banyak kesuksesan yang kita dapat.

2 Comments

  1. Rahmawatie Maret 18, 2017
    • nenysuswati123 Maret 18, 2017

Add Comment