Status 411

tmpdoodle1478317204608

 

1 November 2016, pukul 18.46

Ada, ya, muslim yang sepertinya membenci Islam?

Kalau memang ada, kira-kira, sebabnya apa, ya?

Ketidakpahamankah?

Kekecewaan?

Keputusasaan?

Kesombongan?

 

2 November 2016 pukul 13.02

Bukan masalah terprovokasi atau tidak!

Bukan masalah ikut demo atau tidak!

Bukan masalah membela siapa atau memilih siapa!

Tapi pertanyaan untuk diri sendiri:

1. Saya ini muslim bukan?

2. Sebagai muslim, bagaimana sikap saya terhadap Al Qur’an?

2.1. Sudahkah mengimaninya?

2.2. Sudahkah mempelajarinya?

2.3. Sudahkah memahami kandungannya?

2.4. Sudahkah mengamalkannya?

2.5. Tahu nggak, bagaimana harusnya bersikap saat Al Qur’an dilecehkan? Bagaimana perasaan hati saat itu terjadi? Kalau belum tahu, sudah mencari tahu belum?

Ini urusan saya dengan Allah!

Bukan dengan teman komunitas!

Bukan dengan partai atau organisasi!

 

3 November 2016 pukul 04.04

Saudaraku…

Berangkatlah dengan hati bulat sempurna

Luruskan niat

Langkahmu semata untuk menolong agama Allah

Bukan karena Dia lemah

Tapi untuk meyakinkan-Nya

Di barisan mana engkau berpihak.

Doa kami mengiringi

Semoga Dia menjagamu dari kejahatan kaum pembenci

Melindungimu dari kelicikan para munafik

Perbanyak istighfar n dzikir

Karena dalam keduanya tersimpan energi maha dahsyat

Bismillah!

 

4 November 2016 pukul 06.29

Kita hidup di negeri yang penuh prasangka

Di zaman yang diliputi kecurigaan

Di masa yang penuh ketidakpercayaan

Saat pemimpin membuat kebijakan, rakyat berprasangka.

Ketika rakyat mengungkapkan pikiran, memberi masukan, pemerintah curiga.

Sesama lapisan masyarakat, apalagi beda wadah dan komunitas, sulit  mempercayai ketulusannya.

Bahkan, dengan nurani sendiri, sering meragukan.

Saat mencoba memahami firman-Nya, takut salah menafsirkan.

Saat ingin memberi kemanfaataan, khawatir jadi obyek yang dimanfaatkan.

Saat ingin mengulurkan bantuan, curiga jadi korban penipuan.

Saat ingin bersedekah, takut memasang niat yang salah.

Saat mengikuti ajakan kebaikan, khawatir dipolitisir.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

 

4 November 2016 pukul 23.41

Tak ada yang terjadi tanpa izin dari-Nya, bukan? ???

Kita marah, takut, khawatir, gelisah, menangis, tidak bisa tidur, itu manusiawi.

Bersyukurlah, karena itu pertanda masih ada iman di dada kita.

Masih ada cinta dan ukhuwah di antara kita.

Dan dalam setiap peristiwa, sepanjang zaman, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan; beriman, kafir dan munafik.

Mungkin ini waktu yang tepat untuk membuka kembali Al Qur’an yang hari ini kita bela, untuk melihat kriteria masing-masing golongan itu.

Setiap diri tentu tahu pasti, di golongan mana berada, dan Allah akan tunjukkan, siapa-siapa yang ada di setiap golongan itu.

Mungkin kita kecewa, karena hari ini kita menemui kenyataan, ada teman yang ternyata bukan teman. Bersyukurlah dengan ketahuan itu.

Siapapun boleh punya rencana dan sebaik-baik pembuat skenario Dialah Yang Menciptakan Kehidupan.

Pastikan kita mengambil peran protagonis dalam setiap skenario-Nya.

 

5  November 2016 pukul 09.36

Bagai satu tubuh!

Saat bagian tertentu tubuhnya bermasalah, sakit, maka seluruh tubuh merasakan demam.

Seperti itu gambaran Rasulullah saw. terhadap kesatuan orang beriman.

Tubuh-tubuh kita memang berjauhan,

tetapi ruh kita menyatu dalam rasa yang sama.

Kalian di sana menahan geram,

kami di sini gundah tersebab marah.

Kalian di sana cemas melihat fakta di depan mata,

kami di sini khawatir memantau sliweran berita.

Kalian di sana bertakbir mengobarkan semangat dalam kesabaran,

kami di sini mengusung doa dalam lantunan dzikir yang dalam.

Kalian di sana lelah tak sempat membaringkan tubuh,

mata kami di sini tak hendak terpejam menanti kabar berita.

Allah, airmata mengalir mensyukuri rasa cinta ini, walau dalam gundah.

Jaga!

Kuatkan!

Indahkan!

 

 

Add Comment