Study Tour SDIT Permata Bunda 1 Tahun 2016

img-20161207-wa0012

Dua tahun lalu saya pernah mempertanyakan dan menimbulkan diskusi panjang di fb, tentang urgensi study tour terhadap percapain tujuan belajar.

Latar belakang munculnya pembahasan waktu itu, dari sisi pembiayaan yang tidak sedikit.

Kini, saya akan mengamati kehebohan kafilah study tour yang kemarin sore berangkat.

tmpdoodle1481160088354

Untuk program study tour kelas 6 SDIT PB 1, yang sibuk bukan hanya guru dan pihak sekolah, tapi juga pengurus komite kelas 6.

Keterlibatan komite tidak sebatas pembiayaan, tapi sampai pada pelaksanaan kegiatan.

Dari rapat yang tak terhitung berapa kali dilakukan, untuk membahas berbagai hal yang terkait dengannya. Kepanitiaan pun terbentuk dari unsur komite dan guru.

tmpdoodle1481160216329

Entah, berapa bulan waktu yang diperlukan untuk mempersiapkannya. Berapa kali rapat untuk membahas semua urusan, dari penyusunan program, menghitung biaya, menenrukan dan memesan seragam, memilih biro perjalanan, dsb.

Menjelang keberangkatan, panitia membentuk grup WA orang tua peserta, panitia dan guru. Hal itu dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan menghadirkan ketenangan bagi orang tua yang melepas kepergian anak-anaknya.

tmpdoodle1481160286552

Dari grup ini saya memperhatikan bagimana sikap orang tua terhadap anak-anaknya. Ada yang menganggap diri berlebihan.

“Terkadang saya menjadi ibu seperti lebay….malam nggak bisa tidur karena cemas memikirkan gadisnya, padahal anak-anak pergi didampingi orang orang terbaik dan terpercaya.¬†Maaf ya ibu bapak pendamping….he he he padahal anaknya juga fine-fine aja, senang, cerah, ceria pergi bareng-bareng.”

tmpdoodle1481160367855

Ada yang kurang yakin dengan kemandirian anak-anaknya.

“Pak, …(nama anak) sudah selesai mandikah? Saya lupa alat mandinya di koper yang bagasi.”

“…(nama anak) sudah mandikah? Pakaiannya untuk hari ini di koper bagasi.”

tmpdoodle1481160463868

“Pak, kalau…(nama anak) kelamaan, gedor aja kamar mandinya.”

“…(nama anak) sudah mandi belum, ya Bu? Soalnya agak susah kalau di suruh mandi.”

Alhamdulillah, guru dan pendamping begitu sabar menjawab dan memenuhi request foto kegiatan selama perjalanan.

tmpdoodle1481160607682

Luar biasa!

Panitia begitu rapi menyiapkan agenda, sehingga kegiatan selama perjalanan begitu menenangkan orang tua. Mereka rajin melaporkan, perjalnan sudah sampai di mana, aktivitas peserta apa, disertai foto.

Mau berangkat, cekrek!

Baca al Ma’tsurot, tilawah qur’an di bis, makan, dll, semua ada dokumentasinya.

Saat orang tua belum menemukan wajah anaknya, bisa request ke guru, bahkan sebelum mandi cekrek, sesudah mandi, cekrek lagi.? ?

Orang tua mengakui dan berterimakasih kepada guru dan pendamping yang memperlakukan murid-muridnyq selayaknya anak sendiri. Mereka melakukannya bukan semata takut salah dan dimeja hijaukan, tetapi ketulusan sebagi guru yang mendasarinya.

tmpdoodle1481160802512

Orang tua juga harusnya lebih tenang, karena ketua panitia kali ini sudah berpengalaman memimpin kafilah anak-anak dari tahun 90an. Beliau sudah berulang kali memimpin rombongan anak-anak TPA yang melakukan perjalanan ke Jakarta, Jogja, Solo dan lain-lain.

Pesan beliau:

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak/ibu yg di Rahmati Allah. Doa orang tua untuk anak dan sebaliknya tidak ada dinding pembatas, begitu Rosul bersabda, agar perjalanan kami diberi kemudahan, keselamatan, kelancaran, kesehatan, kami para guru, komite, dan pembimbing anak-anak, mohon Ridho dan doanya setiap bapak/ibu sholat 5 waktu jazakumullah khoir katsiro.”

tmpdoodle1481160679343

2 Comments

  1. Anita s Desember 8, 2016
    • nenysuswati123 Desember 8, 2016

Add Comment