Tantangan Kartini Zaman Now

Saya belum pernah bertemu, tidak juga mengenalnya.

Sekedar tahu nama dan sosoknya dari media, saat sedang mencari tahu siapa-siapa calon pemimpin di Lampung.

Tapi hati saya terketuk, saat pagi ini membuka WA dan membaca chatting dari seorang teman, surat bertulisan tangannya.

Menitik airmata ini membacanya.

Terbayang apa yang sedang dihadapinya saat ini.

Saya belum pernah menjadi istri seorang bupati, pengusaha kaya atau sederet kesuksesan yang tersandang padanya, tetapi saya perempuan seperti dia.

Saya punya anak seperti dia , bahkan lebih banyak.

Saya juga seorang istri seperti dia yang sangat butuh pendampingan suami saat merawat dan mendidik anak-anak. Bagaimana harus memberi pengertian kepada anak dengan bahasa yang pas, saat suami tidak bisa melakukan kebiasaan hariannya kepada mereka.

Terbayang, bagaimana setiap pagi, bersiap menjawab pertanyaan anak yang baru saja membuka mata,”Ayah sudah pulang, Bu?”

Saat menikah, kita tidak pernah tahu ujian dan fitnah seperti apa yang akan dihadapi dalam rumah tangga, tetapi tetap harus dihadapi saat hal itu jadi kenyataan.

Benar, setiap keputusan langkah yang diambil imam keluarga akan berdampak pada anak dan istrinya, tetapi jangan sampai kepentingan politik merampas dan menghancurkan psikologis seorang anak. Hal itu akan menjadi trauma di masa depannya.

Saya berharap, semoga permohonan beliau diapresiasi oleh pemerintah dan masyarakat, terutama pendukung politiknya, bersama menciptakan suasana kondusif untuk membantu mewujudkan penjaminannya.

Add Comment