Tempat Latihan Berkuda di Bandarlampung: Siger Horse

 

 

tempat latihan berkuda di bandarlampung: siger horse

Harish menunggang kuda

Tanggal 1 Juni 2020, di sebuah grup wa, ada yang menawarkan program berlatih berkuda selama 1 bulan, gratis.

Saya segera menghubungi contact person yang tercantum di pengumuman, menanyakan program tersebut.

Alhamdulillah, dari kuota yang disediakan, 30 orang ternyata masih tersisa 15 lagi.

Meliihat syarat dan ketentuan yang diberlakukan, sepertinya Harish bisa ikut, karena di sana tidak ada batasan usia.

Persyaratannya diantaranya: laki-laki, hafal Juz 29 dan 30, bersedia mengikuti peraturan yang ditetapkan, ikut merawat kuda, mencarikan rumput, memiliki perlengkapan yang dibutuhkan.

Sebelum mendaftarkan ke panitia, saya bicarakan dulu dengan Harish. Alhamdulillah, Harish saat ini sedang menghafal Juz 29 hampir selesai, sedangkan juz 30 sudah hafal. Dia juga bersemangat,mau mencarikan rumput, membersihkan kendang, merawat kuda,memandikan dan lain-lainnya.

Setelah Harish setuju, saya minta izin pada suami untuk mendaftarkan. Tentu saja beliau setuju. Ini memang waktu yang tepat untuk bisa mengikuti program latihan berkuda. Kegiatan sekolah online sudah tidak ada karena sudah masuk liburan, kemudian sekolah offline juga belum dimulai. Ini menjadi sesuatu yang sangat sangat tepat dengan kondisi saat ini.

Kemudian segera saya daftarkan dan nomor HP suami dimasukkan ke dalam grup peserta untuk koordinasi selanjutnya.

Penyelenggaranya adalah Siger Horse Stable yang berlokasi di komplek PKOR Way Halim.

Sepertinya untuk Bandarlampung, ini tempat latihan kuda yang sudah banyak dikenal. Beberapa sekolah sering membawa murid-muridnya untuk mengenal dan berlatih kuda. Selain itu juga ada beberapa program yang bisa dipilih, sesuai dengan kesibukan dan ketebalan kantong.

Menariknya, ada program gratis untuk para penghafal qur’an, dengan jadwal khusus.

Program takhasus ini dimulai tanggal 2 Juni.

Qadarullah tanggal 2 Juni ada tetangga yang meninggal dunia. Suami, sebagai ketua rukun kematian tentu saja bertanggung jawab dengan tugasnya, menyelenggarakan jenazah hingga menjelang Ashar baru pulang.

Sebenarnya saya kasihan, melihat Harish dari pagi sudah menunggu, saya berusaha menghiburnya.

Qadarullah, 3 Juni suami sakit, diare dan muntah-muntah, bahkan sampai keesokan harinya. Bersamaan dengan kakak Harish yang juga sakit dengan gejala yang mirip.

Sambil merawat dua orang sakit, saya berusaha menghibur Harish. Kasihan sebenarnya. Selain menunggu-nunggu latihan berkuda, dia juga sedang menunggu-nunggu busur dan panah yang dipesan.

Bisa dibayangkan, anak usia 10 tahun yang baru saja akan menggapai mimpi selama ini; latihan berkuda dan latihan memanah, tetapi harus bersabar menunggu penundaan yang belum jelas sampai kapan.

Qodarullah  tanggal 5 Juni Harish juga sakit, demam. Akhirnya saya harus merawat 3 orang sakit sekaligus bersama satu kakak Harish yang sehat.

Saya berpikir, bagaimana caranya supaya imunitas tubuhnya terjaga, bahkan ditingkatkan agar bisa menahan pengaruh penyakitnya.

Madu, angka’, Extra Food, spirulina, semua dikerahkan untuk meningkatkan imun tubuh.

Kunyit dan berbagai pilihan makanan ringan disiapkan untuk mengatasi mual, belum lagi ramuan herbal china.

Alhamdulillah dengan menguatkan diri walaupun akhirnya saya juga tumbang, masa-masa kritis terlewati.

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Hari pertama Harish melihat lokasi

Baru tanggal 15 Juni Harish bisa diantar ke stable.

Hari pertama mengamati kondisi lokasi. Melihat kuda yang sedang di kendang, dikeluarkan, dimandikan. Mulai berkenalan dengan beberapa kuda, dengan menyentuhnya. Awalnya takut-takut. Selanjutnya menjalin perkenalan dengan lebih intens dengan yang paling jinak, namanya Muska. Kuda berwarna coklat ini tergolong berukuran sedang, jika dibandingkan dengan yang lainnya.

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Harish mengantarkan Muska dan Habibah makan rumput

Harish sangat memperhatikan instruksi dari pemilik sekaligus pelatih, yang biasa dipanggil Ustadz Hasan. Ketika pulang, obrolannya sangat panjang, tentang kuda.

Keesokan harinya bangun tidur bercerita tentang mimpinya bermain dengan Muska. Dia bangga banget, karena kata ustadz pelatihnya, kalau kita sudah bermimpi dengan kuda itu artinya kuda itu sudah sudah mengenal kita. Saya senyum-senyum mendengar antusiasmenya. Masya Allah.

Tanggal 16 Juni, Harish diantar lagi ke stable. Agendanya masih mengenal karakter kuda. Hari ini Harish bermain dengan Muska, mengajaknya berjalan-jalan ke lapangan rumput untuk makan. Dia juga membawakan wortel untuk hadiah.

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Membersihkan kandang, salah satu agenda berkhidmat

Tanggal 19 Juni, Kembali Harish ke stable. Hari ini ikut membersihkan kendang, memberi makan kuda, berjalan-jalan dan akhirnya mulai diajari menunggang kuda.

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Harish memberi minum dan makan kuda

Harish baru ke stable lagi tanggal 23 Juni, karena Abi nggak bisa mengantarkan, dan Harish harus ke dokter gigi. Setelah ikut melakukan beberapa kegiatan di kendang dengan Ustadz Hasan dan Mas Gilang, Harish berkesempatan menunggang Muska lagi.

 

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Naufal, sudah sering ikut lomba berkuda dan memanah

Hari itu ada member yang sudah sering menjuarai lomba berkuda dan memanah, usianya 2 tahun di atas Harish, namanya Naufal. Harish sempat menyaksikan bagaimana Naufal berlatih menunggang kuda sambal memanah. Wuih, keren banget, katanya.

Tanggal 25 Juni Harish ke stable lagi, agak siang, setelah dari dokter gigi. Hari ini mencari rumput bersama Abi untuk makanan kuda. Bertemu dengan salah satu pelatih yang sering ikut lomba, ustad Rasyid.

“Untung hari ini Harish dating, bisa ketemu Ustadz Rasyid,” katanya.

Hari ini, tanggal 26 Juni, dengan semangat, Harish bersiap-siap ke stable. Mempersiapkan bekal sendiri. Menggoreng ayam sendiri. Menyiapkan pakaian ganti untuk Jum’atan.

“Nanti Harish Jum’atan sama siapa, ya? Kan Abi pulang?” katanya, galau.

“Kok bingung. Ya dengan ustadz yang ada, lah. Kan Bersama orang-orang yang cinta sholat, nggak usah khawatir.” Jawab saya.

Aih, pagi-pagi ada forward chatt dari Abi, Harish peserta khidmat terbaik minggu ini. Barokallah.

Apa yang di dapat dari sepuluh hari ini?

Banyak dan tidak ada keluhan walaupun ketika pulang terlihat sangat capek. Ikut memandikan kuda, mencari rumput, membersihkan kandang memberi makan, menunggangi kuda.

Saya tanya berapa lama menunggang kuda?

Hanya sekitar 45 menit setiap pertemuan.

Saya perhatikan banyak hal positif yang yang terjadi setelah Harish mengikuti program ini. Bisa dibayangkan, sebelumnya selama 3 bulan hanya di rumah, sangat kurang aktivitas fisik dan bermain.

Sejak sering ke stable Harish kelihatan bersemangat, makannya banyak dan tidak memikirkan mau nonton YouTube. Alhamdulillah.

Rasa tanggung jawab yang sudah dilatih selama ini dilanjutkan di sana. Yang dipahami Harish, kata ustadz, kita boleh mengambil hak kita yaitu menunggang kuda setelah kita menunaikan kewajiban; merawat dan memenuhi kebutuhan kuda.

Masya Allah.

Di hari ketika Harish tidak ke stable maka waktunya berlatih memanah, sendirian dan waktunya setoran hafalan kepada kakaknta, Husna. Kadang-kadang, ke stable juga membawa busur dan panah, karena di sana juga ada tempat untuk berlatih memanah.

Kalau jadwal ke stable dia kurang siap untuk menambah hafalan atau karena pikirannya sibuk dengan kuda, bahkan setelah sampai rumah, cerita tidak henti-hentinya.

tempat berlatih kuda di bandarlampung

Sepertinya Harish dan Malika sudah semakin akrab

Hari ini Harish berlatih menunggang Malika, karena Muska sedang ngambek, nggak mau lari.

Harish sudah bisa menunggangi Malika berlari, dilatih oleh Ustadz Rosyid. Sebelumnya Harish yang memandikan Malika.

Sebentar lagi program takhosus akan berakhir, bagaimana selanjutnya?

Siger Horse Stable mempunyai beberapa program, sepertinya Harish mau mengambil program yang 3 bulan kalau tidak salah latihannya seminggu sekali. Namun Harish sudah berniat, walaupun jadwalnya seminggu sekali, kalau memang Abi bisa nganter dia kan sering ke sana, mau ikut merawat kuda.

Masya Allah

Siger Horse Stable beralamat di Jl. Sultan Agung Komplek PKOR Way  Halim, Bandarlampung.

Ada juga akun facebook dan Instagram dengan nama sama, Siger Horse.

Bisa juga hubungi kontak person 081274764559

Baca juga Jangan Meninggalkan Generasi Lemah

Add Comment