Tetap Memberi, Walau Punya Sedikit

tmpdoodle1473859148898
Kita sering terhalang melakukan sebuah amal baik karena terhambat rasa percaya diri yang kurang memadai. Berulang kali kesempatan kita lewatkan, sekali lagi karena kurang pd.

Mungkin pernah diminta untuk mengisi sebuah acara, entah itu kajian, seminar atau sejenisnya, kita tolak karena merasa belum memiliki kapasitas untuk itu.

Wajar, kalau kita ingin tampil sempurna, terutama di kesempatan pertama, tapi wajar juga, jika dalam sebuah proses menjadi, untuk penampilan pertama, tidak begitu sempurna.

Baca jugs

Yang jadi masalah, tidak ada ukuran pasti terkait kapasitas seseorang untuk menjadi pembicara punlik. Baik itu ukuran kedalaman ilmu secara teoritis maupun pengalaman dari apa yang akan disampaikannya. Kebanyakan, seseorang menjadi pembicara karena ada yang meminta atau memberinya kesempatan. Andaipun ada upaya dari yang bersangkutan meminta kesempatan, tetap saja tergantung kesediaan penyelenggara.

Demikian yang saya alam bulan April 2016 yang lalu.

Tak ada pikiran sebelumnya, saat seorang mahasiswi menyapa saya lewat inbox fb yang ujung-ujungnya meminta saya untuk menjadi salah satu nara sumber dalam acara workshop kepenulisan nasional di kampusnya!

What?

Saya langsung tertawa, mentertawakan diri sendiri. Saya anggap panitia salah alamat! Dan itu saya sampaikan!

Tetapi yang bersangkutan bersikeras dan menyampaikan beberapa alasan dan latar belakangnya. Semua yang disampaikannya benar, sebatas yang dia tahu tentang saya melalui dunia maya. Saya tidak pungkiri sedikitpun.

Akhirnya saya sanggupi, dengan salah satu pertimbangan, saya memahaminya sebagai panitia yang bertugas mendatangkan nara sumber. Itu bukan tugas mudah, karena saya berulang kali mengalaminya.

Saya tahu diri, mengukur kapasitas yang ada, saya meminta kepada panitia untuk berbagi dengan nara sumber satunya. Saya minta bagian memotivasi peserta yang memang diarahkan untuk cinta menulis, bagian teori kepenulisan diberikan pada ahlinya, yaitu nara sumber kedua.

Mengapa saya begitu percaya diri menerima amanah ini?

Karena sesuai dengan kapasitas saya sebagai penulis pemula. Saya sudah membuktikan bisa bertahan dan produktif menulis walau terhitung baru tiga tahunan nyemplung di dunia literasi. Saya ingin menularkannya kepada yang muda-muda, selalu memupuk jiwa pembelajar.

Sebagai pembicara, saya tidak memiliki ilmu presentasi profesional, hanya mengandalkan naluri berkomunikasi.

Mungkin banyak yang menyayangkan, kenapa tidak sekalian saja terjun ke dunia motivator dengan mengikuti kelas-kelas berbayar? Ha ha, abaikan!

Dengan prinsip, tetap berbagi walau punya sedikit, maka saya bicara yang saya tahu dan alami, dan tanpa malu menjawab tidak tahu, tidak paham kalau memang saya belum mengerti.

Akhirnya, acara berjalan sesuai yang direncanakan, bahkan beberapa peserta ikut dalam proyek antologi saya di luar forum workshop, dan kini telah terbit dengan judul Menjadi Generasi Pemutus.
tmpdoodle1473859566567

11 Comments

  1. adian September 14, 2016
    • nenysuswati123 September 15, 2016
      • Keyaan November 16, 2016
        • nenysuswati123 Desember 6, 2016
  2. yandigsa September 14, 2016
    • nenysuswati123 September 15, 2016
  3. Jumanto September 15, 2016
    • nenysuswati123 September 15, 2016
  4. motoapk thanks April 29, 2017
    • nenysuswati123 April 30, 2017

Add Comment