Tiga Cara Agar Tidak Mengeluh Saat Sakit

Adakah manusia yang tidak pernah sakit? Rasanya sulit ditemukan manusia yang tidak pernah merasakan sakit, baik ringat maupun berat.

Bagaimana cara agar tidak mengeluh saat sakit? Mengapa tidak boleh mengeluh?

Kalau dipikir-pikir, apa manfaatnya mengeluh? Hanya memberatkan hati dan tidak menjamin solusi.

Ada yang mendapat penyakit berat dengan gejala rasa sakit yang berat, ada juga penyakit berat tetapi tidak terlalu menyiksa rasanya, tetapi tiba-tiba wafat. Ada penyakit yang secara riwayat tidak berbahaya, karena jarang berakhir pada kematian, tetapi rasanya sangat menyiksa.

Terlepas dari berbagai ikhtiar yang dilakukan untuk mengobatinya, hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mengatasi atau berdamai dengan rasa sakit sehingga tidak menguras energi, emosi, tanpa produktifitas yang berarti. Sayang waktu yang berlalu tanpa catatan amal kebaikan, bahkan sering kali terjebak pada keluhan-keluhan yang merusak suasana hati.

Tiga hal berikut bisa kita upayakan agar tidak mengeluh saat sakit:

Pertama Memperbaiki mindset tentang sakit;

a. Β bahwasanya sakit adalah sesuatu yang sangat wajar diterima oleh manusia, apalagi yang sudah hidup sekian lama. Ibarat mesin, organ-organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi dan akan lebih berat beban kerjanya jika dibarengi dengan pola hidup yang kurang sehat.

b. Hampir tidak ada manusia yang tidak pernah sakit, bahkan manusia termulia pilihan Allah, Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.

c. Dalam sakit, Allah sertakan hadiah, yaitu ampunan bagi orang-orang yang beriman dan bersabar.

β€œSetiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR.Bukhori)

d. Bahwa sakit adalah salah satu bentuk ujian dari Allah untuk mengetahui sekualitas apa kita sebagai hamba.

“Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”(HR. At-Tirmidzi)

Kedua, mengenali jenis sakit; apa yang terganggu dengan rasa sakit itu? Konsentrasi/ aktivitas pikiran? Aktivitas fisik?

a. Untuk sakit yang mengganggu aktivitas fisik, kita masih bisa produktif di aktivitas pikiran.

b. Untuk sakit yang mengganggu aktivitas pikiran, kita masih bisa berktivitas fisik.

c. Untuk yang mengganggu aktivitas fisik dan pikiran, saatnya istirahat fisik dan pikiran dengan memperbanyak dzikir.

Saya sering dapat bagian jenis kedua bagian c, berbagai upaya dilakukan untuk berdamai dengannya dan tetap produktif. Di sini kita harus mengenali diri seutuhnya, dimana kekuatan dan kelebihan, sekaligus kelemahan dan hambatan dalam beraktivitas. Selama masih mampu mengerjakan aktivitas pikiran, saya tetap lakukan itu. Jika sudah terlalu berat, saya akan mengalah, menikmati sakit dan berusaha ridho, mengurangi komunikasi dengan orang lain agar tidak terpancing emosi dan melakukan aktivitas fisik yang masih bisa dilakukan. Tentu saja tetap produktif. Keluhan, kadang sulit dihindari, tetapi banyak mengeluh bukan solusi, bahkan sering menutup kreativitas untuk menemukan jalan keluar.

 

Ketiga, membandingkan dengan sakit di alam kubur dan di akhirat

Untuk membandingkan, harusnya pernah merasakan semunya, tetapi tentu dalam hal ini tidak bisa kita lakukan. Kita butuh iman untuk mempercayai informasi bagaimana sakitnya di alam kubur atau di akhirat, tentu bagi yang tidak memenuhi syarat iman dan amal sholeh. Mohon maaf, saya tak sanggup menuliskannya. Sebaiknya searching di google atau mempelajari kitab-kitab yang membicarakan alam kubur dan alam akhirat. Hal ini harusnya membuat sakit kita sebagai pengingat, untuk selalu menjaga iman dan terus menambah amal shaleh agar termasuk yang mendapatkan rahmat Allah dan rido-Nya sehingga layak mendapat tempat di surga.

24 Comments

  1. Arifah Abdul Majid September 15, 2018
    • nenysuswati123 September 17, 2018
  2. Lela Trisanto September 18, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  3. Rinda Gusvita September 18, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  4. Novrian E. Haqiki September 18, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  5. Linda Dwihapsari September 18, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  6. leantoro September 19, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  7. Emmy Herlina September 19, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  8. Naqiyyah Syam September 20, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  9. Foto Jumanto September 20, 2018
    • nenysuswati123 September 20, 2018
  10. Desliyani Natalia September 20, 2018
    • nenysuswati123 September 21, 2018
  11. Aini kolbiana September 20, 2018
    • nenysuswati123 September 21, 2018
  12. Lampung Pos Oktober 16, 2018
    • nenysuswati123 Oktober 17, 2018

Add Comment