Tips Sukses Menyusui dari Pakar

Sebagai ibu, tentu ingin sekali menyusui dengan sukses dan bahagia, sebagai modal dasar tumbuh kembang anak. Bagaimana caranya?

Berikut tips sukses menyusui dari pakar di bidang.

Majalah Ayah Bunda, siapa yang tidak kenal?

Seingat saya, tahun 80an saya sudah senang membacanya, saat liburan di rumah kakak yang berlangganan majalah tersebut.

Keakraban dengan majalah ini berlanjut di tahun 90an, tepatnya 1992, setelah saya menikah. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi seorang ibu, saya sering membeli majalah Ayahbunda dan beberapa bacaan keluarga dan kesehatan lainnya, walaupun hanya membeli edisi yang sudah beberapa bulan sebelumnya terbit, di toko buku loakan. Ada yang masih bersegel, ada juga yang sudah bekas, tapi masih kondisi utuh dan baik. Kenapa tidak berlangganan? Saya pikir, tidak masalah membaca yang bekas atau edisi lama, karena isinya selalu update, ilmu yang sangat bermanfaat untuk ibu-ibu muda. Apalagi zaman itu, masih sangat jarang acara-acara seminar parenting atau komunitas yang menjadi tempat sharing dalam merawat dan mendidik anak.

Bahagia sekali saat mendapat undangan untuk menghadiri seminar breastfeeding 911 yang diselenggarakan Ayahbunda dan Pigeon. Saya hadir sebagai blogger parenting, mewakili Komunitas Tapis Blogger.

Tips sukses menyusui dari pakar

Bersiap menangguk ilmu dari para pakar

Sebenarnya, secara pribadi, saya sudah tidak perlu lagi mengikuti acara tersebut, yang sasaran utamanya adalah ibu hamil dan menyusui. Lha, sudah selesai menyusui 6 orang anak, masing-masing nyaris full 2 tahun. Tetapi sebagai blogger dan pembelajar, tentu sayang melewatkan kesempatan jumpa pakar, saat sedang tidak ada agenda lain yang lebih penting.

Sebagai blogger, tentu ingin dan bahagia sekali kalau bisa menyajikan tulisan berkualitas yang bermanfaat bagi orang banyak dan bersumber dari pakarnya langsung.Acara ini dihadiri oleh Ibu Gracia dari Ayahbunda, Bunda Eva, istri walikota Bandarlampung yang memberikan sambutan, Arif Tirtosudiro sebagai host sekaligus moderator dan dua orang dokter spesialis anak, yang disapa akrab dr. Tiwi dan dr Luh, sebagai narasumber yang pakar di bidangnya.

Tips sukses menyusui dari pakar

dr. Tiwi

Dr. Tiwi memaparkan tentang keistimewaan air susu ibu (ASI) sebagai anugerah Allah yang luar biasa.

Dibandingkan dengan mamalia lain, ASI memang diciptakan spesifik untuk manusia sesuai tugas hidupnya, sehingga tidak ada yang lebih baik dari ASI sebagai pengganti konsumsi bayi. Apa tugas hidup manusia yang tidak dilakukan makhluk lain? Berpikir!

Dari penelitian, dibandingkan air susu dari tikus, air susu sapi dan air susu ibu, diketahui bahwa ASI banyak mengandung laktosa yang sangat dibutuhkan untuk melindungi serabut syaraf, agar lebih cepat menerima rangsang. Ini terkait dengan tingkat kecerdasan. Bayi ASI lebih cepat menyadari kehadiran  ibunya dibandingkan dengan bayi non ASI.

Lebih khusus, ASI dibandingkan dengan susu sapi yang sering digunakan sebagai penggantinya.

perbedaan komposisi sesuai dengan kebutuhan

perbedaan komposisi sesuai dengan kebutuhan

Susu sapi memiliki kadar protein sebesar 3,4 % dan kadar laktosa 4,8% dengan berat otak sapi 0,08% dibandingkan berat badan, sedangkan ASI mengandung 0,9% protein, 7 % laktosa dengan berat otak manusia, 2% dibanding berat badannya. Dari perbandingan ini disimpulkan bahwa ASI lebih baik untuk memenuhi kebutuhan perkembangan otak yang di dalamnya berhubungan dengan masalah kecerdasan.  Bagimana kaitannya dengan pertumbuhan fisik? Untuk mencapai 2x lipat berat badan saat lahir, sapi membutuhkan hanya 47 hari sedangkan manusia 180 hari. Dari sisi ini bisa disimpulkan bahwa air susu sapi lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan fisik/ otot. Ada sebagian ibu merasa sedih bahkan panik saat baru melahirkan ASI-nya tidak keluar atau keluar sangat sedikit dan warnanya tidak seperti susu. Padahal itu hal yang sangat wajar, karena memang yang pertama diproduksi bukan air susu tetapi colostrum.

Apa itu colostrum?

Colostrum adalah cairan yang mengawali produksi ASI, dengan kandungannya:

    1. Antibodi (melindungi terhadap alergi dan  infeksi)
    2. Sel darah putih ( melindungi terhadap infeksi)
    3. Purgative/ pencahar (membersihkan mekonium, mencegah kuning pada bayi)
    4. Growth factors (mempercepat matang usus, mencegah alergi, intoleransi)
    5. Tinggi kandungan vitamin A(menurunkan beratnya infeksi)

Dari penjelasan di atas, bisa dimaklumi kalau dikatakan  bahwa colostrum adalah imun/antibodi alami yang sangat murah dan berdaya lindung dahsyat. Sayang sekali kalau moment ini diabaikan, sehingga bayi kehilangan kesempatan mendapatkan imunisasi murah, aman dan efektif.

Colostrum diproduksi sangat sedikit, hal ini sesuai dengan daya tampung lambung bayi baru lahir. Colostrum diproduksi dihari-hari pertama setelah melahirkan.

ASI transitional, adalah ASI yang diproduksi pada 2-5 hari setelah melahirkan sampai dengan 10-14 hari, komposisinya antara kolostrum dan ASI mature.

Volume ASI yang diproduksi sesuai dengan kapasitas lambung yang terus bertambah. Sebagai gambaran perkembangan lambung:

Hari pertama, sebesar kelereng dengan daya tampung 5-7ml

Hari kedua, sebesar bola pingpong dengan daya tampung 22-27 ml

Hari ke 10 sebesar telurayam dengan daya tampung 60-80 ml

Hari ke 30 sebesar telur bebek dengan daya tampung 80-150 ml.

Tidak bisa dipungkiri, ilmu pengetahuan telah mengungkap berbagai keutamaan ASI dari air susu sapi dari berbagai sisinya, dan semua mengarah pada kesimpulan dan anjuran, usahakan semaksimal mungkin untuk tidak mengganti ASI dengan susu sapi selagi masih berproduksi.

Kunci sukses menyusui:

    1. Edukasi antenatal, yaitu pendidikan pada ibu hamil untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
    2. Inisiasi menyusui dini (IMD), adalah langkah penting untuk memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui. Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau perut ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber ASI dan menyusu.
    3. Posisi dan pelekatan yang tepat

WHO merekomendasikan IMD dilakukan dalam satu jam pertama sejak bayi lahir.

Manfaat IMD:

    1. Meningkatkan kesempatan bayi memperoleh kolostrum.
    2. Mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
    3. Memperkuat hubungan ibu dan bayi.
    4. Meningkatkan kesehatan bayi.
    5. Posisi dan pelekatan (akan dibahas kemudian)

Bingung puting, dimana bayi tidak mau disusui, merupakan masalah yang sering dialami. Hal ini tidak akan terjadi jika menyusuinya sering dilakukan.

Pengalaman dari kamar praktek, dr. Tiwi memberikan catatan:

    1. Jika ibu memberikan dot di atas 6 minggu, ibu bisa memberikan ASI hingga 6 bulan.
    2. Bila ingin menyusui lebih dari 1 tahun, sebaiknya tidak mengenalkan dot.
    3. Dot tidak diperlukan setelah anak berlatih sendok atau gelas.
Kental atau encer, ASI tetap bermanfaat

Ibu tidak perlu khawatir dengan kekentalan ASI

Kadang ibu khawatir jika menemui kekentalan ASI yang menurun. Hal tersebut tidak masalah, hanya terjadi perbedaan komposisi, mungkin terkait asupan ibu. ASI tetap saja bermanfaat untuk bayi.

Ada salah persepsi yang perlu diluruskan terkait ibu menyusui, dimana sebagian ibu tidak memberikan ASI-nya saat sedang sakit, khawatir menular ke bayi.

Benarkah infeksi yang terjdi pada tubuh ibu akan menular melalui ASI?

Saat ibu terinfeksi, maka reaksi tubuh secara alami sel darah putih akan membuat perlindungan terhadap ibu. Sebagian anti bodi yang dihasilkan tubuh ibu akan keluar melalui ASI, sehingga memberikan perlindungan pada bayi.

ASI tetap bisa diberikan setelah disimpan

ASI tetap aman diberikan kepada bayi, jika menyimpannya dengan cara yang benar

Bagi ibu bekerja yang sedang memberikan ASI pada bayinya, tidak harus menggantinya dengan susu formula atau susu sapi, tetapi bisa diupayakan menyimpan ASI yang sudah dipompa dengan cara yang aman.

dr. spesialis anak yang konsen pada program pemberian ASI

dr. Luh, salah satu pakar yang jadi narasumber

Berikutnya, dr. Luh memaparkan Ketrampilan Oromotor untuk Fungsi Menyusu.

Oromotor adalah dasar ketrampilan makan, mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot, dari rongga mulut, seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi, termasuk kordinasi gerak di antara organ-organ mulut ini.

Interaksi bayi dengan ibu saat menyusui, memiliki dampak  luar biasa di masa depannya. Sejak dalam kandungan, sudah berkembang kemampuan gerak, pengecapan, menelan, mendengar, sudah ada kontak dengan ibu.

Saat lahir, mulut berperan besar untuk mengatur sensori-intregasi dan perilaku neuromotor pada bayi. Mulut adalah pintu dunia bagi bayi, karena dengan mulutlah bayi mengenali lingkungan sekitarnya

Bagaimanakah proses pemberian ASI pada bayi yang efektif?

    1. Posisi yang benar: lidah mengisi seluruh rongga mulut, terdapat bantalan lemak di pipi(tembem), rahang bawah relatif kecil, laring (kotak pita suara) berada di bagian leher atas. Diperlukan stabilitas dari kepala, leher dan bahu untuk fungsi oromotor yang adekuat.
    2. Respon terhadap stimulus taktil (reflek rooting), kemampuan untuk menerima sentuhan pada pipi, bibir, gusi dan lidah merupakan prasyarat untuk menyusu. Reflek ini merupakan mekanisme awal untuk menemukan payudara ibu. Respon ini mempersiapkan bayi untuk memulai menghisap payudara ibu.
    3. Menempel pada putting (latch on), upayakan menempel sempurna
    4. Pengisapan: bibir menempel penuh pada puting, rongga mulut menutup seluruhnya, penekanan puting yang adekuat, ASI keluar, lidah dan mandibula turun, ASI dihisap.
    5. Menelan: lidah reflek mendorong cairan ke belakang
    6. Kordinasi antara pengisapan menelan-bernafas.

Proses menyusu mempunyai dampak yang sangat besar untuk pertumbuhan, perkembangan bayi, kualitas kesehatan dan ketrampilan sosial serta kemandirian di kemudian hari.

peserta breastfeeding

peserta antusias mendengarkan dan bertanya kepada narasumber

Antusiasme peserta nampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan hingga waktu yang disediakan tidak cukup. Saya senang menyaksikan, sebagian peserta adalah bapak-bapak muda yang mendampingi istrinya yang sedang hamil atau menyusui. Itu merupakan salah satu bentuk dukungan yang tentu sangat diharapkan oleh para istri.

5 Comments

  1. Papa n Duts Agustus 17, 2018
    • nenysuswati123 Agustus 17, 2018
  2. Dwi Septiani Agustus 17, 2018
  3. Anggun Josie Pasemawati Agustus 28, 2018
    • nenysuswati123 September 5, 2018

Add Comment