Trend yang Mengurangi Makna Ibadah

Adakalanya, sesuatu yang menjadi trend semakin membuatnya jauh dari makna saat hal itu masih langka. Berikut beberapa contoh yang bisa mewakilinya.

Dulu.

Umroh merupakan aktivitas yang hanya dilakukan saat seseorang pergi haji, mengingat begitu berat dan sulithya untuk sampai ke tanah suci. Perjalanan berbulan-bulan dengan kapal laut yang tentunya menggunakan biaya yang tidak sedikit. Pelakunya juga dianggap memiliki kelebihan harta dan ilmu agama, sehingga gelar haji sangat dihormati di masyarakat.

Kini?

Siapapunn yang punya dana dan muslim, bisa saja berulang-ulang pergi umroh, hanya butuh beberapa jam untuk sampai ke sana, dan 9 hari sudah cukup melakukan ibadah umroh dari sini. Bagi yang punya uang, sedikit rasa galau sudah bisa membuatnya pergi umroh. Alhamdulillah, umroh jadi pilihan bergengsi untuk jalan-jalan ke luar negeri. Sering juga dijadikan hadiah untuk sebuah prestasi, tanpa harus mensyaratkan  kualitas ibadahnya. Orang-orang yang sering meninggalkan sholatpun, tanpa segan pergi umroh jika ada kesempatan.

Dulu, di tahun 80an, jilbab bisa dianggap sebagai lambang perjuangan, mengingat kelangkaan penggunanya dan perjuangan pelakunya. Pengguna jilbab dinilai sebagai orang yang imannya kuat, sampai-sampai dianggap haram melakukan kesalahan. Bahkan ada yang menganggap bahwa pengguna jilbab disumpah untuk tidak pernah menanggalknnya, karena pada umumnya memang mereka selalu nampak berjilbab.

Kini?

Siapapun bisa berjilbab! Pagi berpakaian menutup sekujur tubuh, bahkan terkesan kelebihan bahan, sore harinya belanja ke warung hanya menggunakan daster selutut. Ada lagi yang menutup seluruh badan, tapi lekuk tubuh semakin menantang. Di sepanjang jalan, tidak lagi heran jika bertemu gadis berjilbab berpluk erat diboncengan motor seorang laki-laki, bahkan lebih dari itu.

Dulu, mengundang buka bersama dengan niat berbagi dan ingin mendapatkan keutamaan mendapatkan balasan sebagaimana pahala orang berpuasa yang diberinya hidangan berbuka.

Kini?

Jawab sendiri ahhhh!

Sekedar perenungan di akhir Ramadhan tahun ini.

Add Comment