10 Langkah Menciptakan Surga dalam Rumah Tangga 4

9. Menciptakan Suasana Surga di Rumah

 Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

(QS Ali Imran [3]: 133)

Sebelumnya:

10 langkah menciptakan surga dalam rumah tangga 1

10 langkah menciptakan surga dalam rumah tangga 2

10 langkah menciptakan surga dalam rumah tangga 3

Bismillah

Ucapan sakti ini akan membuatmu hilang keraguan, meningkat keberanian, karena yakin telah bersandar pada Yang Maha Kuat.

Eratkan genggaman, satukan hati, canangkan visi. Kini kau tak sendiri dalam mengambil keputusan. Kemana akan melangkah, dengarkan apa katanya. Dia bagian dirimu, belahan jiwamu.

 

Untuk menciptakan surga dunia dan meraih surga akhirat, butuh ilmu.

Ilmu apa?

Mengenal Allah, Mengenal Rasul, mengenal Islam.

Dengan mengenal Allah, manusia akan paham posisinya sebagai makhluk dan bagaimana seharusnya mengelola hidup seperti yang Allah kehendaki.

Dengan mengenal Rasulullah Saw, manusia akan mendapat sosok teladan dan tuntunan bagaimana seharusnya menjalani hidup.

Dengan mengenal Islam, manusia akan hidup mengikuti rambu-rambu yang menjaganya dari kebinasaan dan menjalani kehidupan berkualitas.

Mempelajari tiga ilmu tersebut, sepertinya tidak ada tamatnya, sepanjang hidup. Jangan pernah luruh semangat dalam menambah informasi, pemahaman, perenungan dan pengamalannya.

 

Raihlah rizkimu

Lakukan ikhtiar untuk mendapatkan rizki yang kau butuhkan dan inginkan. Tidak dilarang, karena dunia disediakan untuk mendukung kehidupan ciptaan-Nya. Jangan khawatir, Allah telah menjamin rizki semua makhluknya. Hanya saja, kata para ulama, ada beberapa jenis dan cara rizki itu sampai ke kita.

Ada rizki yang tanpa dicari, pun pasti akan sampai kepadamu, tapi ada juga yang akan kau dapatkan setelah mengerahkan tenaga, pikiran dan berbagai ikhtiar. Seberapa besar ikhtiar yang kau lakukan, signifikan dengan hasil yang akan kau terima. Sayangnya, kita tidak diberi tahu, mana rizki yang sudah dijamin, mana yang perlu diikhtiarkan. Kita akan tahu setelah melakukannya.

Mengamati begitu banyak manusia yang ada di sekeliling terkait dengan rizki yang mereka terima dan ikhtiar yang sudah dilakukan, kita akan mendapatkan gambaran yang beragam. Walaupun menemukan pola tertentu, tapi belum tentu nasib kita akan persis sama dengan mereka. Namun jangan khawatir, lakukan saja usaha semaksimal mungkin, tentu dengan ilmu, ya, karena Allah sudah memberikan jaminan:

… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya….

(QS. Ath-Thalak: 2-3)

Jadi, penuhi saja syaratnya…bertakwa.
Boleh saja berkeinginan dan berupaya memiliki rumah yang besar, pekarangan yang luas dengan berbagai tanaman dan perabot yang membuat hidup lebih mudah dan nyaman. Namun jangan lupa, sebuah kerugian jika hanya dinikmati oleh beberapa orang anggota keluarga, karena itu  bisa menjadi modal untuk produksi amal kebaikan. Pikirkan, produktivitas pahala seperti apa yang bisa dilahirkan dari rumah?

Namun, jika kalian hanya menginginkan rumah yang sederhana, perabot seadanya supaya tidak menghabiskan waktu untuk merawatnya, bagus juga. Saat membutuhkan ruangan yang lebih luas, toh banyak fasilitas gedung disewakan. Atau, bisa saja menikmati keindahan taman di tempat rekreasi yang banyak tersedia. Sekalian memanfaatkan kesempatan keluar rumah.

Ada juga yang belum berkemampuan memiliki rumah, walaupun mungil dan sederhana. Jangan bersedih, karena ahlul surga tidak merasakan sedih. Tetap ikhtiar untuk mewujudkannya, rumah sewa bukan masalah. Atau memang diminta untuk tinggal bersama orang tua? Lihat dari sisi positifnya, tinggal bersama orang tua berarti lebih besar kesempatannya untuk merawat pintu surga. Orangtua adalah pintu surga bagi anak-anaknya. Atau, jadikan kesempatan mendidik anak-anak dengan tauladan, bagaimana dalam birrul walidain, berbakti pada kedua orang tua.

Tidak dilarang memiliki pakaian yang bagus-bagus, mahal harganya, nyaman digunakan dan segala perhiasan pelengkapnya. Memang, adakalanya penampilan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sosial maupun bisnis. Namun sayang sekali kalau hal itu menjadi sebab kamu merasa lebih terhormat dari orang lain. Bukankah sebanyak apapun pakaian yang dimiliki, tetap saja saat menggunakannya cukup satu perangkat? Mungkin saja Allah menitipkan rizki pakaian orang lain, padamu.

Namun, jika kalian lebih nyaman dengan pakaian dan tampilan sederhana, ya tidak apa apa juga. Banyak, kok orang yang menilai manusia bukan dari tampilannya, tapi dari kredibilitas dan kapasitasnya. Bukankah penilaian yang diutamakan adalah apa kata Allah? Dan itu sangat tergantung pada niat di hati.

Makanlah yang dibutuhkan dan diinginkan, selagi semua itu untuk menunjang kehidupan yang bernilai ibadah kepada Allah. Terlalu rendah derajat manusia yang mengabdikan hidupnya untuk perut dan nafsu semata. Sebaliknya, zuhud itu bukan melarat, namun meletakkan dunia di tangan, bukan di hati.

 

Bagaimana menghadirkan suasana surga di rumah?

  1. Menciptakan tempat yang aman.

Rumah atau keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seseorang.

Aman dari kekerasan fisik, maupun nonfisik. Selalu mendahulukan husnudzon antar anggota keluarga. Mengikis sifat sombong, iri dan dengki, karena ketiga sifat ini membuat orang yang ada didekatnya merasa tidak aman dan terancam.

  1. Menciptakan suasana nyaman.

Semua anggota keluarga berusaha berbuat baik dan melayani orang lain, sehingga tercipta suasana saling memperhatikan dan melayani. Berusaha untuk tidak selalu minta dilayani. Antara suami, istri, orang tua, anak dan semua yang tinggal di rumah itu.

  1. Rukun, mengelola pertengkaran dan perselisihan dengan bijak, sehingga tidak menjadi pemicu keributan tan pertentangan yang akhirnya memperburuk hubungan. Semakin banyak penghuni, semakin besar peluang terjadinya perselisihan.
  2. Hidup dengan segala keindahan

Indah dalam bertutur kata, juga bersikap.

Membiasakan tiga kata ajaib yang menghadirkan energi positif di dalam rumah: tolong, maaf, terimakasih.

Selalu bersyukur, bertasbih dan menghiasi rumah dengan dzikir dan menghidupkannya dengan lantunan bacaan Al Qur’an.

  1. Tebar senyum dalam keluarga, mereka lebih berhak menerima senyum tulus itu. Senyum merupakan cermin hati yang bahagia dan berpotensi menular pada orang di sekitarnya. Senyum itu melembutkan hati sendiri, juga orang lain.

 

Bidadari itu sudah ada di sisimu

Dia halal untukmu. Cintai, sayangi dan bersenang-senanglah dengannya. Rawat perhiasan surgamu agar selalu bersinar dan mengindahkan. Tempat saling berbagi bahagia dan dukungan, empati, simpati dan saling genggam. Saling menyemangati, juga mengingatkan dikala ada yang rentan tergelincir keluar dari pembatas surga.

 

Mertua juga orang tuamu

Dia ada untukmu atas kemurahan orangtuanya, mertuamu. Jangan pernah lupakan itu. Kamu punya kewajiban yang sama terhadap orangtua dan mertua. Bersikap adilah, sebagaimana setiap orang ingin diperlakukan. Sayangi dan hormati keempatnya, kalau masih ada semua.  

 

Ipar juga saudaramu

Jadikan bagian dari tim pencipta surga dunia dan pemburu surga akhirat. Lebih enak ramean, surga itu luas dan semua orang menginginkannya. Hanya saja tidak setiap orang paham ilmunya.

 

10. Menuju Ridho Ilahi, Surga Abadi

Pada hakekatnya, setiap kita sedang menanti saat kematian, ujung dari perjalanan hidup di dunia dan awal kehidupan yang sebenarnya.

Hai jiwa yang tenang

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku

masuklah ke dalam syurga-Ku.

QS. Al-Fajr: 27-30)

 

Meneladani Ahlul Surga

Jalan menggapai ridha Allah dan menuju surga-Nya, terang benderang. Andai tak mampu memahami secara detail dengan memahami secara langsung ayat-ayat Al-Qur’an, dan sepertinya memang seperti itu, kita bisa mempelajarinya dari sejarah orang-orang yang direkomendasikan Allah untuk diteladani.

Siapakah mereka?

1.     Rasulullah Saw.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab:21)

2.     Sahabat dan pengikut Rasulullah Saw.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imron:110)

3.     Wanita-wanita utama

Cukuplah bagimu dari wanita (penghulu) dunia adalah Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad serta Asiyah isteri Fir’aun. (HR. Tirmidzi.

 

Siapa yang tak ingin memiliki keluarga yang mendatangkan kebahagiaan?
Siapa yang tak ingin suasana surga mewarnai rumah tempatnya berlabuh, setelah lelah beraktivitas di masyarakat?

Penutup

Suvenir ini dibuat sebagai hadiah pernikahan untuk anak ketiga penulis, sekaligus wejangan untuk pasangan suami istri yang ingin mewujudkan suasana surga dalam rumah tangganya.

Sengaja dibebaskan dari tulisan ayat Al-Qur’an, semata-mata menjaga adab terhadap Al-Qur’an, mengingat tampilan yang mungil dan mudah tercecer.

 

Add Comment