Nasihat untuk Pengantin

Disampaikan saat acara sungkeman pernikahan Hany n Arbain

 

Assalamu’alaikum wr wb.

Bismillahirrohmanirrohim

Hany.

Umi dan Abi sayang Hany, sama seperti sayang kami pada kakak-kakak dan adik-adik Hany.

Hany anak istimewa, sebagaimana semua anak-anak Umi dan Abi dengan keistimewaannya masing-masing.

Salah satu peristiwa penting yang selalu Umi ingat yaitu, saat kelahiran Hany. Peristiwa paling dramatis dari 7x Umi melahirkan. Dimana Umi dengan berani mengambil keputusan untuk melahirkan secara normal, walau secara perhitungan medis seharusnya operasi. Tentu dengan pertimbangan dan keyakinan,”Tak ada peristiwa yang terjadi tanpa izin Allah.”

Biasanya, Umi melahirkan  hanya ditangani seorang bidan dan seorang asisten, tapi saat melahirkan Hany, disiapkan 2 orang bidan senior dan 3 asisten. Dan tentu saja didampingi Abi yang tak putus berdzikir dan berdoa.

Hany tahu apa yang Umi rasa waktu itu?

Itu salah satu momen puncak kepasrahan dan ketawakalan pada Allah. Dimana Umi merasa nyawa ini tinggal selembar rambut yang sewaktu-waktu lenyap dalam kesyahidan.

Hany, seorang ibu, bisa segarang singa bagi anaknya yang terancam bahaya, tapi bisa selembut bedak menghadapi kesalahannya. Pasti memaafkan, walau tidak diminta, walau mungkin butuh waktu. Atau marah, atau menghukum. Untuk yang terakhir, tolong maafkan Umi.

Umi dan Abi memaafkan semua kesalahan yang  pernah Hany lakukan dan berharap Allah selalu memaafkan dan mengampuni Hany.

Hany, kita biasa saling curhat, maka seharusnya begitu juga Hany dengan ibu.

Hany sering mengenalkan jajanan baru ke Umi, maka begitu juga seharusnya ke ibu.

Hany biasa membawakan kopi SEO atau tekwan Sony untuk Umi, maka cari bocoran informasi, apa yang menjadi favorit ibu untuk buah tangan.

Hany, ibu bukan saingan Hany dalam mendapatkan cinta Arbain. Ibu juga bukan saingan Umi dalam mendapatkan perhatian Hany. Namun. Ibu juga guru yang melengkapi Umi dalam membersamai Hany.

Tidak banyak nasihat yang Umi dan Abi berikan saat ini, tapi jadikan apa yang Hany dengar, lihat, amati dari kehidupan Abi dan Umi selama ini sebagai nasihat.

Ada saatnya nanti Hany lebih memahami, mengapa Umi menangis, marah, diam, cerewet bahkan sampai jatuh sakit. Dilain saat tersenyum dengan berlinang air mata, tertawa ceria bahagia.

 

Untuk Arbain.

Ketahuilah, kami menyayangi Hany, sangat! Jadi tolong, jangan  menyakitinya dalam bentuk apapun. Setiap masalah yang dihadapi, selesaikan dengan cara yang baik. Latih terus cara berkomunikasi yang sehat dan efektif.

Bimbing dan pimpin Hany dengan berpegang pada rambu-rambu Allah dan teladan Rasulullah Saw, walau tak akan bisa sama, karena beliau manusia paripurna.

Setelah hari ini, Umi tidak lagi terlalu khawatir saat Hany di luar rumah dan tak terjangkau pandangan, karena sudah ada yang menjaga dan mengkhawatirkannya.

Semoga apa yang Umi dan Abi lakukan seumur Hany yang sudah berlalu, memadai dalam takaran Allah, tertunaikan tugas menjaganya sebagai amanah. Namun satu hal yang tak boleh lupa, tidak pernah ada yang namanya mantan anak/ mantan orang tua.

Arbain, satu lagi permintaan kami, tolong beri kesempatan Hany seluas-luasnya untuk belajar dan menambah ilmu. Seorang istri yang berilmu akan sangat menguntungkan suami dalam mengemban amanah mengimami keluarga. Jadilah pembelajar sepanjang hayat.

Untuk pesan-pesan lain sudah Umi tuliskan di buku mungil ini, baca dan amalkan, ya.

Siapa yang tak ingin memiliki keluarga yang mendatangkan kebahagiaan?
Siapa yang tak ingin suasana surga mewarnai rumah tempatnya berlabuh, setelah lelah beraktivitas di masyarakat?

Umi dan Abi ridho dengan pernikahan ini dan sangat berharap Allah pun meridhoi.

Add Comment