Seni Menyikapi Kendala

Dalam kehidupan, pasti kita pernah menghadapi kendala yang menghalangi perjalanan.

Salah satu contoh: terkendala bahasa Arab dalam upaya memahami ayat-ayat Al Qur’an, kitab suci yang harusnya menjadi pedoman hidup kita.

Tidak perlu mempertanyakan, mengapa Al Qur’an tidak diturunkan dengan bahasa lain? Inggris, misalnya? Atau Bahasa Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar?

Allah paham semua bahasa dan hak-Nya untuk menentukan bahasa Arab sebagai pilihan dalam menyampaikan firman. Tentu tak lepas dari siapa manusia yang dipilih untuk menerimanya. Dan kalau kita mau mencari tahu informasi tentang latar belakang dan berbagai kajian tentang keistimewaan bahasa Arab yang dipilih menjadi bahasa Al Qur’an, maka kita akan memahaminya.

Secara keilmuan telah dibahas kelebihan-kelebihan bahasa Arab sebagai pilihan itu.

Sekarang, tinggal bagaimana kita menghadapi kendala tersebut?

  1. Stagnan, tidak melakukan usaha apapun menghadapi kendala tersebut. Nyatanya, berpuluh tahun bisa membaca Al-Qur’an, hingga kini tetap saja sebatas membaca, mengeja huruf merangkainya jadi kata dan kalimat. Alhamdulillah, insyaallah mendapat pahala berlipat-lipat dari setiap huruf yang dibaca, apalagi menghafalkannya.
  1. Tidak mempelajari bahasa Arab tetapi membaca terjemah dan tafsir Qur’an untuk memahami isinya. Ini kebaikan yang berbeda dari yang di atas (1) dan akan lebih baik jika terus membaca Al-Qur’an ditambah membaca terjemahnya.
  2. Mempelajari bahasa Arab, entah sebatas untuk memahami Al-Qur’an, langsung saat membacanya dan atau sekaligus menguasai bahasa Arab untuk komunikasi dan mempelajari kitab gundul. Dan ini sangatĀ kerenĀ kalau berdampingan dengan menghafal Al-Qur’an. Bahasa Arab merupakan salah satu ilmu alat untuk bisa mempelajari lebih banyak referensi tentang Islam, terutama karya ulama klasik.

Karunia Allah kepada kita datang dalam bentuk beragam, juga reaksi kita terhadapnya.

Mendapatkan hidayah dan gagasan kemudian, hmm, iya ya, tapi ya sudah, sebatas itu.

Atau, hmm, iya ya dan segera membuat hitung-hitungan dan perencanaan tapi lemah dalam pelaksanaan.

Atau, yess! Gercep buat perencanaan dan ekskusi dalam tindakan.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi setiap kendala, akan sangat berpengaruh pada kemajuan dan kualitas hidup, karena setiap keputusan yang kita ambil, memiliki andil dalam sejarah kehidupan yang kita ukir.

Setidaknya ada upaya kita untuk memahami isi Al-Qur’an walau terkendala bahasa

Add Comment